Berita Politik NTB

Nasdem Tanggapi Santai Penolakan Kedatangan Anies Baswedan di NTB, Tidak Berdampak Signifikan

Aksi penolakan tersebut terkait kedatangan Anies Baswedan di NTB pada tanggal 30 Januari 2023 mendatang.

Penulis: Sinto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
DOK ISTIMEWA
Nasdem Tanggapi Santai Penolakan Kedatangan Anies Baswedan di NTB, Tidak Berdampak Signifikan - Ahmad Tantawi, Sekretaris DPD Partai Nasdem Lombok Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Partai Nasdem Lombok Tengah menanggapi santai terkait aksi penolakan yang dilakukan oleh sekelompok pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Peduli Demokrasi (APRD) NTB.

Aksi penolakan tersebut terkait kedatangan Anies Baswedan di NTB pada tanggal 30 Januari 2023 mendatang.

Partai Nasdem sendiri mengaku sudah mengidentifikasi siapa di belakang aksi penolakan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Mulai dari siapa di belakangnya, apa motifnya, akan tetapi hal tersebut bukan sesuatu yang prinsip untuk ditanggapi," jelas Ahmad Tantawi, Sekretaris DPD Partai Nasdem Lombok Tengah, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Nasdem Targetkan 7000 Orang Lebih Akan Sambut Anies Baswedan di Bandara Lombok

Bagi Nasdem, kebebasan berekspresi juga diberikan untuk disampaikan sehingga Nasdem menghormati kebebasan orang untuk mengekspresikan dirinya dalam bentuk demonstrasi.

Meskipun demikian, menurut Ahmad Tantawi aksi penolakan Anies Baswedan ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap semua agenda kedatangan Anies Baswedan.

Untuk menanggapi aksi penolakan kedatangan Anies Baswedan ini, Nasdem sejauh ini juga belum akan memberikan tanggapan langsung pada para pendemo.

Alasannya tetap sama, di mana aksi ini secara prinsip tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap agenda besar kedatangan Anies Baswedan di Pulau Lombok.

Baca juga: Akhir Januari, Anies Baswedan Akan Blusukan ke Lombok

"Yang akan datang ke Pulau Lombok juga bukan hanya agenda partai Nasdem, namun juga ada partai-partai lain yang mendatangkan ketua umumnya, ada Gerindra dengan Pak Prabowo, PKB dengan Pak Muhaimin," terang Ahmad Tantawi.

Dengan demikian, semua partai mempunyai ruang untuk itu sehingga masyarakat juga bebas berekspresi.

Terkait 3 tuntutan mahasiswa, Nasdem menganggap itu karena keterbatasan pemahaman para pendemo yang menganggap silaturahmi Anies Baswedan ke Lombok adalah sebuah pelanggaran.

"Kita anggap adek-adek kurang memahami terhadap undang-undang yang ada, terkait pemilu dan lain sebagainya," beber Ahmad Tantawi.

Menurut Ahmad Tantawi, apa yang dilakukan Partai Nasdem dalam kedatangan Anies Baswedan ini merupakan pendidikan politik bagi masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved