Kisah Atlet Lari Putri Kembar NTB: Dulu Lahir Prematur, Kini Berkompetisi di Level Nasional

Kini Lamela dan Laeli sedang bersiap untuk berlomba bersama 23 atlet pelajar asal NTB lainnya

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Istimewa/Yuyun Apriana
(Dari kiri ke kanan) Nurul Laeli, Lidia, Anda, dan Nurul Laela, atlet lari 4x400 meter yang mewakili Nusa Tenggara Barat di Student Athletics Championship (SAC) Indonesia putaran nasional pada 13-15 Januari 2023, Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Saudari kembar asal Kota Mataram Nurul Laela Febriana dan Nurul Laeli Febriani bersiap menorehkan prestasi terbaru.

Dua siswi MAN 2 Mataram kini sedang berjuang di Jakarta dalam kompetisi kelas 4x400 meter Student Athletics Championship (SAC) Indonesia putaran nasional 13-15 Januari 2023.

Putri kembar pasangan Dedy Wahyudi dan Yuyun Apriana ini merupakan atlet lari masa depan NTB.

Yuyun mengungkap kisah hidup kedua putri kembarnya hingga akhirnya meniti karir sebagai atlet.

Lamela dan Laeli lahir prematur di usia kandungan 7 bulan.

Baca juga: Porpov NTB XI 2023 Bakal Diramaikan 4.910 Atlet dan Ofisial

Saat lahir, berat keduanya masing-masing hanya 1,4 kilogram.

Saat beranjak remaja, dua saudari kembar ini mulai menunjukan prestasi olahraga dan akademiknya.

Yuyun bangga nilai akademik Laela dan Laeli selalu mendapat 10 besar sejak duduk di bangku SD SMP hingga SMA.

Prestasi di bidang olahraga diraih Laela dan Laeli diawali dengan medali perunggu di cabang olahraga lari 4x400 meter putri tingkat SMP dalam kejuaraan dalam rangka Hari Bhayangkara Polda NTB tahun 2019.

Di tahun yang sama, prestasi selanjutnya diraih Laela yakni medali perak 4x200 meter putri tingkat SMP dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Dispora NTB.

Sementara Laeli mendapatkan medali perunggu di cabang olahraga lompat jauh putri.

Prestasi terkini, Laela dan Laeli menyabet medali emas Student Athletic Championships tingkat SMA tahun 2022 untuk wilayah Bali Nusra.

Kini Laela dan Laeli sedang bersiap untuk berlomba bersama 23 atlet pelajar asal NTB lainnya.

Meski sudah meraih segudang prestasi, namun Yuyun enggan memberi beban tambahan untuk dua putri kembarnya saat melakoni kompetisi.

“Kalah menang itu hal biasa, yang penting berusaha dan berbuat yang terbaik untuk nama baik keluarga, sekolah, dan NTB. Jangan lupa untuk mencontoh seniornya, Zohri,” tandas Yuyun.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved