Minggu, 12 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Wisata Lombok

Kenapa Lantai Rumah Adat Desa Ende Lombok Dilumuri Kotoran Sapi?

Rumah Adat Desa Ende dinamakan Bale Tani dengan makna bale berarti rumah serta tani berarti petani

Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Seorang warga Desa Adat Ende di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah melumuri lantai rumah dengan kotoran sapi, Rabu (11/1/2023). Rumah Adat Desa Ende dinamakan Bale Tani dengan makna bale berarti rumah serta tani berarti petani. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Desa Adat Ende merupakan desa wisata yang terletak di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Desa Adat Ende ini juga tidak kalah populer dengan Desa Adat Sade yang jarak keduanya terpaut 2 kilometer.

Uniknya, lantai rumah warga di Desa Adat Ende ini dilumuri kotoran sapi.

Ketua Pokdarwis Desa Adat Ende Tantowi Surahman mengatakan bentuk rumah adat di sana menjadi ciri khas.

Rumah Adat Desa Ende dinamakan Bale Tani dengan makna bale berarti rumah serta tani berarti petani.

Baca juga: Wisata Budaya di Desa Adat Ende Lombok: Belajar Alat Musik Tradisional Genggong hingga Peresean

"Rumah ini memiliki banyak keunikan mulai dari pintu masuk, lantai rumah, atap rumah dan lain sebagainya," ungkap Tantowi kepada TribunLombok.

Atap Bale Tani terbuat dari rumput ilalang yang dimana atapnya ini dibuat lebih rendah dari tinggi pintu rumah.

Tujuannya adalah agar setiap tamu yang datang agar menundukkan kepala dengan filosofi bahwa setiap tamu yang hadir agar menghormati tuan rumah.

"Bale Tani ini juga tidak mempunyai jendela dengan maksud agar pemilik rumah tidak diintip oleh orang-orang yang iseng," ungkap Tantowi.

Salah satu keunikan yang paling khas dari Bale Tani Desa Adat Ende adalah karena lantai rumah adat ini dibuat dari kotoran sapi.

Kotoran sapi oleh masyarakat suku Sasak Lombok ini dipercaya bisa memperkuat lantai dan menangkal debu serta membuat ruangan menjadi lebih dingin.

"Rumah Bale Tani ini memiliki satu ruangan yang dimana anggota keluarga laki-laki tidur di teras sedangkan yang perempuan tidur didalam ruangan," beber Tantowi.

Penduduk Desa Adat Ende sebagian besar berprofesi sebagai petani, peternak dan penenun.

Desa Adat ini dihuni oleh sekitar 35 Kepala Keluarga dengan total keseluruhan penduduk sebanyak 170-an orang.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved