Berita Mataram
Tanggul Semi Permanen di Pesisir Kota Mataram Dipasang, 4.000 Bronjong dan 10.000 Karung Pasir
Akhir tahun 2022 lalu cuaca ekstrem melanda wilayah Kota Mataram dalam bentuk hujan disertai angin kencang dan gelombang pasang.
Penulis: Laelatunniam | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Kota Mataram sudah memasang tanggul semi permanen di wilayah pesisir yang terdampak abrasi.
Pemasangan bronjong ini dilakukan secara gotong-royong, melibatkan ratusan warga sekitar, WBS, hingga TNI, dan Polri.
Tanggul-tanggul tersebut berupa 4.000 bronjong dan 10.000 karung pasir yang dipasang di sepanjang pemukiman paling parah terdampak abrasi.
Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana hal itu sebagai langkah antisipasi air laut naik ke permukiman.
Baca juga: Libur Tahun Baru 2023, Pantai Kolo Kota Bima Diserbu Pengunjung Hingga Membuat Jalanan Macet
Akhir tahun 2022 lalu cuaca ekstrem melanda wilayah Kota Mataram dalam bentuk hujan disertai angin kencang dan gelombang pasang.
Dampaknya, ratusan pohon tumbang hingga rusaknya puluhan rumah akibat gelombang pasang.
Cuaca ekstrem bukan hanya berdampak pada pemukiman, sejumlah lapak objek wisata juga ikut terdampak.
Lapak-lapak di Pantai Mapak bahkan lumpuh total.
Deretan lapak roboh dan hanyut bersama terjangan ombak.
Sehingga lapak dibongkar total oleh pemiliknya untuk menyelamatkan sisa-sisa bangunan.
Pantauan TribunLombok.com, liburan tahun baru yang bisanya mengundang kepadatan di objek wisata pantai Mapak, kini sepi pengunjung.
Objek wisata pantai Mapak belum pulih normal dari dampak cuaca buruk sebelumnya.
Pemilik lapak Yeni, Senin (1/1/2023) menuturkan, akan kembali membangun lapaknya ketika cuaca sudah normal.
"Kita tunggu cuaca normal baru bisa buka kembali," kata Yeni.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/tanggul-pesisir-kota-mataram-2.jpg)