Spesifikasi Bae-RJ85, Pesawat Kepresidenan yang Dipakai Jokowi Kunjungan ke Bima

Pesawat dengan nama lain Avro RJ 85 atau BAE 146-200 ini ternyata sudah digunakan sejak zaman Presiden Soeharto

BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu, 28 Desember 2022, sekitar pukul 17.06 WITA. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Bima sejak Rabu (28/12/2022).

Dalam lawatannya tersebut, Jokowi menggunakan pesawat kepresidenan Bae-RJ85.

Pesawat ini digunakan Presiden Jokowi dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Saat kunjungan kerja di Bima, Bae-RJ85 mendarat di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin.

Bae-RJ85 milik Pelita Air ini memiliki penampakan seperti pesawat kepresidenan pada umumnya, yakni merah dan putih dengan kelir emas.

Baca juga: VIRAL Mobil Presiden Jokowi Dicegat Kader PDIP di Bima, Ketua DPC: Tadi Pak Jokowi Manggil

Lengkap dengan lambang Garuda di samping tulisan Republik Indonesia menandakan pesawat orang nomor satu di negeri ini.

Seperti dijelaskan indonesia.go.id, pesawat dengan nama lain Avro RJ 85 atau BAE 146-200 ini ternyata sudah digunakan sejak zaman Presiden Soeharto di pertengahan tahun 1990.

Pernah juga digunakan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Penggunaannya di Indonesia selain untuk pesawat kepresidenan, Bae-RJ85 juga dipakai Pelita Air, maskapai penerbangan milik Pertamina.

Pesawat dengan 4 mesin jet ini diproduksi British Aerospace, perusahaan dirgantara yang bermarkas di Farnborough, Inggris.

BAE 146 mulai mengudara pada tahun 1981 dan terakhir diproduksi tahun 2001.

Dikutip dari laman aerospace-technology, BAE 146 ini memiliki jarak jelajah hingga 2.796 kilometer dengan kecepatan terbang maksimal 750 kilometer/jam.

Untuk versi -200, BAE 146 ditenagai mesin Honeywell LF507-1F dengan fitur yang lebih efisien.

Untuk versi VVIP, pesawat dengan ekor sayap berbentuk T ini didesain agar bisa mengangkut 30 penumpang.

Pada pengaturan komersil, kabinnya sanggup menampung 112 penumpang.

Pesawat ini strategis untuk penerbangan ke daerah-daerah sebab mesinnya punya tenaga besar untuk lepas landas di landasan pacu pendek.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved