Warga Mandalika Dapat Pelatihan Cara Memanfaatkan Limbah Bonggol Jagung

Ibu-ibu di kawasan Mandalika, Lombok Tengah mendapat pelatihan pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan limbah atau bonggol jagung yang banyak dibuang

Penulis: Sinto | Editor: Sirtupillaili
Dok.Istimewa
Ibu-ibu di kawasan Mandalika, Lombok Tengah saat mengikuti pelatihan wirausaha, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - DT Peduli NTB Bersama Pijar foundation menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan budi daya jamur di Mandalika, Lombok Tengah.

Pelatihan ini diikuti masyarakat setempat, seperti ibu-ibu, wanita tani, ibu RT, dan masyarakat Kuta Mandalika

"DT Peduli NTB melakukan kegiatan ini dengan melihat banyaknya limbah bonggol jagung di Desa Kuta Mandalika Lombok Tengah," kata Rajil Hidayat, koordinator DT Peduli NTB, Sabtu (3/12/2022).

Berdasarkan permasalahan tersebut, DT Peduli NTB memanfaatkan bonggol jangung menjadi media untuk budi daya jamur.

Jamur yang dihasilkan dari bonggol bukan kategori jamur racun dan bisa dikonsumsi.

Baca juga: Cara Mencegah Balita Alami Stunting, Begini Saran Tim Medis RS Mandalika

Kelompok ibu-ibu ini sangat antusias dalam menerima materi pelatihan.

Diharapkan kegiatan ini kedepan akan menjadi diversifikasi usaha dan menambah pundi-pundi ekonomi bagi kelompok masyarakat.

"Sebenarnya cara ini tidak jauh berbeda dengan pembuatan budi daya pada jamur tiram, jamur kuping dan sebagainya hanya perbedaan terletak pada media yang digunakan adalah bonggol jagung," ungkap Rajil

Prosesnya tidak rumit, hanya perlu penyiraman secara teratur agar suhu yang dihasilkan selalu stabil dan bisa menghasilkan bibit-bibit jamur berkualitas.

Sebelum memulai pembuatan jamur jenggel ini ada beberapa bahan yang perlu diperhatikan agar pembuatannya berjalan lancar.

Bahan dan alat yang digunakan bonggol jagung, ragi, bekatul, urea, karung terpal, plastik, dan papan.

Inaq Mahnep peserta yang mengikuti pelatihan mengaku bersyukur adanya pelatihan tersebut.

Menurutnya limbah jagung yang selama ini dibuang begitu saja, ternyata memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.

"Pengolahannya juga minim biaya jadi Alhamdulillah cocok buat kami sebagai ibu rumah tangga," ucap Inaq Mahnep.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved