Berita NTB

Pemprov NTB Luncurkan Program Lawan Rentenir dan Pinjol Berbasis Masjid

Sitti Rohmi Djalilah mendukung edukasi Ekonomi Syariah yang merupakan salah satu program dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Pemprov NTB Luncurkan Program Lawan Rentenir dan Pinjol Berbasis Masjid - Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Dajlilah ketika menerima silahturrahim (KNEKS) terkait Pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) NTB Tahun 2022 di Aula Pendopo Wakil Gubernur, pada Kamis (1/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mendukung edukasi Ekonomi Syariah yang merupakan salah satu program dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

KNEKS sekaligus dapat memberikan edukasi mengenai narkoba, bahaya terjebak Pinjaman Online (Pinjol) hingga rentenir yang sasarannya menitikberatkan pada masyarakat kecil.

“Sasarannya kan masyarakat kecil, karena memang caranya sangat mudah dan tidak ada beban, sehingga begitu dapat duit, tidak bisa diganti, mereka yang tidak bisa apa-apa terjebak sudah, sedangkan ini yang harus kita selamatkan”, tuturnya.

Hal tersebut disampaikan Rohmi ketika menerima silahturrahim (KNEKS) terkait Pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) NTB Tahun 2022 di Aula Pendopo Wakil Gubernur, pada Kamis (1/12/2022).

Baca juga: Lombok Timur Berantas Rentenir Melalui Program, Bupati Malang Kepincut Adakan Kaji Tiru

Rohmi juga menambahkan bahwa sosialisasi dan edukasi memang dibutuhkan supaya masyarakat tahu syariah itu demi kemaslahatan semua.

Literasi dan proses edukasi harus lebih ditekankan khususnya melalui sekolah dengan cara yang persuasif sesuai tingkatannya, baik TK, SD, SMP, maupun SMA.

Pemprov NTB sendiri telah meluncurkan Program Mawar Emas (Melawan Rentenir Berbasis Masjid), sebagai salah satu ikhtiar membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi.

"InsyaAllah, dengan terbentuknya KNEKS di NTB, kita mampu bersinergi dalam mengedukasi masyarakat untuk mengutamakan pelayanan syariah di NTB

Baca juga: Keliling Rumah Minta Sumbangan, Wanita Berpakaian Serba Putih Resahkan Warga, Polisi: Kena Pinjol

Diketahui bahwa Provinsi NTB selain melakukan edukasi di sekolah, masjid, dan musholla, juga dapat menggunakan Posyandu Keluarga berbasis dusun agar masyarakat melek tentang Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jasa Keuangan Syariah KNEKS, Taufik Hidayat mengapresiasi bahwa potensi Ekonomi Syariah di NTB luar biasa.

Hal itu dibuktikan dengan NTB menjadi provinsi tercepat keempat pembentukan KDEKS sehingga dapat menjadi pelopor dan merupakan ekosisitem pengembangan Ekonomi Syariah.

“Rencananya kami akan membuat Pusat Research di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang akan diresmikan oleh Pak Wapres sekaligus menyampaikan potensi ekonomi dengan adanya Pusat Research tersebut," ungkapnya.

KDEKS sendiri merupakan perpanjangan tangan dari fungsi KNEKS di daerah sehingga program-program yang disusun oleh KNEKS bisa terimplementasikan sampai ke daerah.

Wakil Presiden selaku ketua harian mengharapkan tingkat literasi ekonomi dan keuangan daerah pada tahun 2024 dapat mencapai 50 persen.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved