Sekeluarga Tewas di Jakarta Barat

Temukan Buku Mantra dan Kemenyan, Polisi Duga Ada Praktik Ritual Soal Kematian Keluarga di Kalideres

Dugaan praktik ritual tertentu yang dijalani oleh Budyanto menemui titik terang setelah polisi menemukan buku mantra dan kemenyan di Kalideres.

Editor: Irsan Yamananda
Kolase TribunJakarta
Polisi mengungkap fakta baru kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, berupa temuan buku lintas agama, mantra hingga kemenyan di rumah korban, yang diduga kuat terkait ritual tertentu yang dilakukan korban. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Misteri kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat mulai menemui titik terang.

Pihak kepolisian akhirnya menemukan sederet fakta baru terkait kematian keluarga di Kalideres tersebut.

Berdasarkan temuan polisi, keluarga di Kalideres itu diduga melakukan praktik ritual tertentu.

Perlu diketahui, penyidik Polda Metro Jaya telah bekerja sama dengan tim asosiasi psikologi forensik untuk menyelesaikan kasus ini.

Sementara dugaan ritual tertentu itu muncul setelah polisi menemukan beberapa barang berupa buku mantra dan kemenyan.

Barang bukti tersebut ditemukan di dalam rumah milik Rudyanto Gunawan dan Margaretha.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

"Selain itu ditemukan juga buku-buku lintas agama, serta mantra, dan kemenyan," kata Hengki seperti dikutip dari Kompas.

Polda Metro Jaya kini berencana untuk memanggil serta meminta keterangan pada ahli sosiologi dan agama.

Mereka bakal diminta untuk membaca dan mengnalisa soal temuan buku mantra tersebut.

"Kami akan mengundang ahli sosiologi, agama, untuk melakukan analisa lebih lanjut terhadap tulisan yang ada di dalam buku mantra," ujar Hengki.

Hengki mengatakan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memeriksa patologi anatomi untuk mengetahui penyebab kematian empat orang dalam satu keluarga itu.

"Saat ini sedang didalami para ahli kedokteran forensik gabungan dari kedokteran forensik Polri maupun RSCM atau Universitas Indonesia," kata Hengki.

Sang Ibu Meninggal Terlebih Dahulu

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved