Sabtu, 9 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

TGB Zainul Majdi: Tradisi Berbahasa Arab Harus Dimulai dari Anak Muda

TGB mengajak pemuda untuk mempraktikkan, mentradisikan, dan memproduksi karya akademik dengan Bahasa Arab

Tayang:
Penulis: Lalu Helmi | Editor: Wahyu Widiyantoro
ISTIMEWA
TGB KH M Zainul Majdi menjadi pembicara Seminar Nasional dan Opening Hamasah 2022 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. TGB mengajak pemuda untuk mempraktikkan, mentradisikan, dan memproduksi karya akademik dengan Bahasa Arab. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Bahasa Arab salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi mengatakan, tradisi penggunaan Bahasa Arab dapat dimulai dari generasi muda.

"Kita harus memperaktikkan itu," katanya, Selasa (22/11/2022).

TGB menjawab ini setelah salah satu mahasiswa peserta Seminar Nasional dan Opening Hamasah 2022 UIN Syarif Hidayatullah Fakultas Dirasat Islamiyah menanyakan dunia lebih condong menggunakan Bahasa Inggris ketimbang Bahasa Arab.

Baca juga: Ketua Umum NWDI TGB Zainul Majdi Ziarah ke Makam Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan

TGB dalam forum ini menjadi pembicara bersama KH Habiburrahman El Shirazy atau akrab disapa Kang Abik.

Ketua Harian Nasional Partai Perindo ini mengatakan, Bahasa Arab pernah menjadi bahasa Ilmu pengetahuan yang utama dunia. Pada masa itu untuk mengakses pengetahuan perlu Bahasa Arab.

"Dunia barat mempelajari Bahasa Arab untuk dapat menimba pengetahuan," katanya.
"Kewajiban keilmuan (belajar Bahasa Arab) tak mungkin dapat bicara Islam rahmatan lil alamin kecuali memiliki pengetahuan yang baik untuk Bahasa Arab," sambungnya.

Doktor Ahli Tafsir Alquran ini melanjutkan, memang jarang pemimpin dunia Arab memakai Bahasa Arab di PBB, hal ini karena pemimpin Arab kurang konsen terhadap Bahasa Arab. Padahal oleh PBB, Bahasa ini diakui sebagai bahasa keenam.

"Maka dari itu, kita harus terus mempraktikkan dan mentradisikan dan memproduksi karya akademik dengan Bahasa Arab," terang Cucu Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini.

Lebih lanjut, dalam konteks Indonesia banyak kosakata yang merupakan serapan Bahasa Arab. Masyarakat Indonesia biasa menggunakan kata maaf, ridha, ikhlas yang asalnya dari Bahasa Arab. Ada pula majelis, dewan, dan mahkamah.

"Ada pula kata membangun kohesifitas. Seperti kata keadilan merupakan bahasa Arab, bahasa ini sudah berperan," tambahnya.

Baca juga: Hari Santri 2022: TGB Kenang Resolusi Jihad Pendiri NU KH Hasyim Asyari

Saat ini, kata TGB, perkembangan Bahasa Arab kian baik. Jurusan bahasa Arab semakin banyak, umat Islam ingin mendalami agamanya.

"Hari ini banyak akun di media sosial yang memberikan materi bahasa Arab tak ada alasan untuk tak belajar," katanya.

Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Dr Syaerozy Dimyati mengatakan, Bahasa Arab sangat penting, generasi muda umat Islam harus mempelajarinya. Festival Bahasa Arab bagian dari upaya mengenalkan kepada anak muda.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved