Tragedi Halloween
6 Orang Diidentifikasi Jadi Tersangka Tragedi Itaewon, Mantan Kepala Polisi Hingga Pemadam Kebakaran
Mantan kepala polisi Yongsan, Lee dan Ryu bertanggung jawab atas ruang situasi Badan Kepolisian Metropolitan Seoul saat Tragedi Halloween Itaewon.
TRIBUNLOMBOK.COM - Aparat kepolisian telah mengidentifikasi enam orang tersangka tragedi halloween Itaewon, Seoul, Korea Selatan.
Seperti diketahui, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sempat mengecam kepemimpinan polisi terkait tragedi halloween Itaewon tersebut.
Menurutnya, mereka lambat merespons laporan masyarakat saat tragedi halloween Itaewon terjadi.
Tak lama setelah kecaman tersebut, polisi membuat divisi investigasi khusus.
Mereka bertugas mencari penyebab di balik tragedi Itaewon.
Kini, dividi tersebut telah mempersempit penyelidikan kepada pihak kepolisian.
Dilansir dari Korea Herald, tim investigasi khusus itu dibentuk oleh Badan Kepolisian Nasional.
Mereka kemudian menggeledah 55 tempat yang terkait dengan tragedi Itaewon.
Kantor Yoon Hee Keun (kepala Badan Kepolisian Nasional) dan Kim Kwang Ho (kepala Badan Metropolitan Seoul) masuk dalam daftar penggeledahan.
Selain itu, mereka juga menggeledah kantor Lee Im Jae.
Perlu diketahui, Lee Im Jae merupakan mantan kepala Kantor Polisi Yongsan.
Ia diberhentikan setelah tragedi halloween Itaewon terjadi.
Kepala Yoon Hee Keun dan Kim Kwang Ho diberitahu tentang tragedi itu lebih dari satu jam setelah kejadian.
Sementara Lee Im Jae datang terlambat ke TKP.
Adapun identifikasi enam tersangka, termasuk mantan kepala polisi Yongsan, Lee Im Jae dan Ryu Mi Jin yang bertanggung jawab atas ruang situasi Badan Kepolisian Metropolitan Seoul pada saat kejadian seperti dikutip dari Kompas.
Baca juga: Momen Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri Sambangi Memorial Korban Tragedi Halloween Itaewon
Kemudian dua pejabat dari tim intelijen di Kantor Polisi Yongsan, kepala kantor Distrik Yongsan, Park Hee Young dan Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Seong Beom.
Tanggapan divisi investigasi khusus ini sejalan dengan kritik Presiden Yoon terhadap kepemimpinan polisi yang dianggap lalai mendengar laporan masyarakat sebelum terjadinya tragedi tersebut.
Ada juga kritik yang dilontarkan masyarakat bahwa penyelidikan itu hanya menargetkan pejabat berpangkat rendah.
Pejabat di peringkat yang lebih tinggi tidak disalahkan.
Serangkaian penggerebekan pekan lalu dilakukan di delapan organisasi, tetapi tidak termasuk kantor pejabat tinggi polisi.
Menteri Dalam Negeri Lee Sang Min tetap teguh pada pendiriannya bahwa dia tidak akan mengundurkan diri atas insiden tersebut.
"Belum ada permintaan (menyerukan pengunduran diri saya). Saya siap untuk melakukan yang terbaik untuk menangani masalah seperti ini," kata Lee saat ditanyai pada pertemuan Majelis Nasional, Selasa.
Terlepas dari klaimnya, Lee telah dipenuhi dengan seruan untuk mengundurkan diri dari partai-partai oposisi.
Sebab, dia berkedudukan sebagai komandan tertinggi keamanan nasional dan tanggap bencana, yang bertanggung jawab atas polisi dan departemen pemadam kebakaran.
"Lebih penting bagi saya untuk melakukan apa yang harus saya lakukan," kata Lee.
"Prioritas mendesak bagi saya adalah menangani tragedi itu dan melakukan tindakan pencegahan sehingga tragedi seperti (apa yang terjadi di Itaewon) tidak akan terjadi lagi," tambahnya.
Selain itu, Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Seong Beom yang dimasukkan dalam daftar tersangka karena tidak cukup menanggapi insiden tersebut telah menuai kontroversi.
Pasalnya, ditemukan bahwa divisi Yongsan Choi tidak menanggapi dengan tepat urgensi tempat kejadian pada saat tragedi terjadi.
Ambulans di bawah Departemen Pemadam Kebakaran Yongsan tiba di tempat kejadian lebih lambat dari ambulans dari Pemadam Kebakaran Jongno di distrik sebelah.
Baca juga: Belum Selesai Tragedi Itaewon, Korea Selatan dan Utara Saling Menembak Rudal untuk Pertama Kalinya
Departemen Pemadam Kebakaran Yongsan menjelaskan ambulans terlambat tiba di tempat kejadian karena sedang merawat pasien lain di daerah tersebut.
Korban Menggigau Lalu Pingsan
Seorang petugas layanan darurat menceritakan proses evakuasi korban tragedi Halloween di distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada Sabtu (29/10/2022) malam.
Berbicara kepada CNN, ia meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
"Pada (Sabtu) pukul 10.23 malam, kami menerima lebih dari lima laporan bahwa ada orang yang jatuh, dan mereka kemungkinan bisa terluka atau mati," kata responden itu.
Ia pun merasa ini merupakan kabar buruk, karena hari di mana pengiriman pesan itu dilakukan bertepatan dengan perayaan Halloween di Itaewon.
Dan dirinya sangat paham seperti apa gang-gang yang ada di kawasan itu jika dipadati orang.
"Kami memiliki firasat buruk saat menerima pengiriman pesan kemarin. Kami tahu bahwa banyak orang akan berada di luar sana karena Halloween, dan gangnya sempit. Kami tahu bahwa di gang itu kita harus berjalan jauh sebelum terhubung dengan pinggir jalan. Jadi, kami menanggapi laporan itu dengan serius, bahwa mungkin ada kematian karena tekanan, jika gang itu memang dipenuhi orang," kata responden.
Dikutip dari laman CNN, Senin (31/10/2022), saat tiba di lokasi tersebut, ternyata memang benar, kepadatan terjadi dan petugas bahkan tidak dapat melihat kaki para pengunjung perayaan itu lantaran kerumunan itu memang sangat padat.
Baca juga: Video Detik-detik Tragedi Itaewon, Perempuan Ini Berteriak dan Menarik Baju Pria yang Lebih Tinggi
"Ketika kami tiba (di tempat kejadian), kami hanya dapat melihat tujuh, delapan, tidak, sepuluh baris wajah, kami bahkan tidak dapat melihat kaki mereka," tegas Responden tersebut.
Yang dilakukan para petugas layanan darurat ini saat itu adalah langsung menarik orang yang terlihat paling menekan kerumunan, tujuannya adalah agar bisa membuka ruang bagi korban lainnya agar bisa segera dievakuasi.
"Kami pikir mereka yang paling mendesak," tutur responden itu.
Namun setelah pihaknya menarik mereka keluar dari kerumunan itu, para korban ini ada yang mengigau lalu tidak sadarkan diri.
"Ketika kami menarik mereka keluar, mereka menjadi mengigau. Dan ketika kami meletakkannya (di tanah), kebanyakan dari mereka tidak sadarkan diri," pungkas responden itu seperti dikutip dari Tribunnews.
Gambaran Kekacauan di Itaewon
Saksi mata Tragedi Halloween Itaewon menggambarkan adegan kekacauan total ketika jalan-jalan sempit di distrik kehidupan malam yang populer di Seoul menjadi sesak dengan orang-orang, dalam kerumunan yang mencekik mereka.
Raphael Rashid, seorang jurnalis lepas, mengatakan kepada BBC ada puluhan ribu orang saat itu, jumlah yang “paling banyak yang pernah saya lihat.
“Begitu banyak orang - sampai-sampai kami terjepit di trotoar," ujarnya sebagaimana dilansir BBC pada Minggu (30/10/2022) seperti dikutip dari Kompas.
Beberapa klip video di Twitter menunjukkan penyelamat mati-matian menarik-narik orang untuk mengeluarkan mereka dari kerumunan yang menghimpit.
"Orang pendek seperti saya bahkan tidak bisa bernapas," kata seorang saksi mata wanita yang dikutip kantor berita AFP.
Dia mengatakan dia selamat karena berada di tepi gang, sementara "orang-orang di tengah paling menderita".
Sementara Raphael Rashid mengatakan "tidak ada yang benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi."
Beberapa polisi "berdiri di atas mobil polisi mereka dengan putus asa berusaha memberi tahu orang-orang untuk meninggalkan daerah itu sesegera mungkin".
(Tribunnews/ Kompas)