Tragedi Halloween

Fakta Tragedi Halloween Itaewon: Lebar Gang Hanya 4 Meter, Ambulans Kesulitan Jangkau Para Korban

Gang sempit lokasi terjadinya insiden Halloween Itaewon Seoul, Korea Selatan disebut hanya memiliki lebar 4 meter. Ambulans kesulitan jangkau korban.

Editor: Irsan Yamananda
Anthony WALLACE / AFP
Petugas penyelamat dan polisi berkumpul di distrik Itaewon di Seoul pada 30 Oktober 2022. Gang sempit lokasi terjadinya insiden Halloween Itaewon Seoul, Korea Selatan disebut hanya memiliki lebar 4 meter. Ambulans kesulitan jangkau korban. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Aparat kepolisian setempat masih terus mendalami motif atau penyebab tragedi Halloween Itaewon yang menelan ratusan korban jiwa.

Dalam tragedi Halloween Itaewon itu, orang-orang berdesak-desakan ketika memasuki gang sempit.

Akibatnya, terjadi aksi saling dorong dalam tragedi Halloween Itaewon hingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang beredar, muncul dugaan bahwa kerumunan itu dipicu oleh kemunculan artis.

Koreaboo pada Minggu (30/10/2022) memberitakan bahwa media Korea Selatan Munhwa Broadcasting Corporatio (MBC) melaporkan kerumunan mulai terbentuk ketika “seorang selebriti” muncul di salah satu tempat di sekitar gang.

MBC menyatakan hal tersebut berdasarkan klaim yang dibuat oleh saksi mata di lokasi.

Koreaboo juga menuliskan bahwa Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan masih terus melakukan penyelidikan.

Mereka menegaskan belum ada penyebab spesifik dari lonjakan massa yang dapat diverifikasi sampai sekarang.

Mengutip Hindustan Times  via Kompas, menuliskan bahwa massa mulai merangsek masuk gang ketika seorang selebriti muncul di salah satu tempat di sekitar jalan tersebut.

Foto dan video-video di media sosial menunjukkan gang itu dipadati banyak orang, dan mereka tidak bisa bergerak.

Baca juga: Detik-detik Insiden Halloween Itaewon, Ratusan Ribu Orang Kumpul di Gang Sempit Gegara Seleb Muncul

Hindustan Times menulis, menurut laporan, lebar gang yang menjadi lokasi tragedi Halloween Itaewon hanya 4 meter, tidak cukup luas bahkan mobil Sedan pun dianggap akan susah masuk.

Saat kerumunan terus saling mendorong, orang-orang mulai berjatuhan di atas satu sama lain.

Orang-orang kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda mati lemas dan serangan jantung.

Ambulans disebut sempat mengalami kesulitan menjangkau korban saat bergerak melewati keramaian.

Polisi sampai berdiri di atas mobil untuk memberitahu orang-orang meninggalkan daerah itu dan memberi jalan bagi ambulans.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved