Kamis, 4 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Universitas Hamzanwadi

84 Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi Ikuti Pembekalan Gerakan Peduli Stunting

Dia mengajak semua pihak harus terlibat aktif terkait menyikapi setiap permasalahan yang ada di masyarakat, terutama terkait stunting.

Tayang:
FOTO ISTIMEWA/UNHAM
Sebanyak 84 mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi mengikuti pembekalan Gerakan Peduli Stunting. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi, Lombok Timur, Dr Padlurrahman, M.Pd membuka acara pembekalan Gerakan Peduli Stunting (GPS) bagu 84 orang mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi, Sabtu (29/10/2022).

Dalam sambutannya, ia mengajak semua pihak harus terlibat aktif terkait menyikapi setiap permasalahan yang ada di masyarakat, terutama terkait stunting.

Baca juga: PWI Lombok Timur Gelar Pelatihan Jurnalistik di IAI Hamzanwadi NW

"Sebagai akademisi tidak boleh menjadi penonton ketika di hadapan ada masalah terlebih masalah yang dimaksud terkait dengan kesehatan anak, kesehatan ibu hamil dan kesehatan masyarakat kita pada umumnya," ujarnya.

Ihwal stunting di Lombok Timur, kata Padlurrahman, banyak sekali yang membutuhkan bantuan baik berupa upaya mencegah maupun menangani kasus-kasus stunting, gizi buruk dan lainnya.

Dijelaskannya pula, stunting dapat menghambat tumbuh kembang anak yang akan menggantikan pemimpin serta tokoh penting bangsa ini.

"WHO sendiri menyebutkan bahwa masalah kesehatan masyarakat dapat dikatakan kronis jika prevalensi stunting lebih dari 20 persen," tegas jebolan Universitas Negeri Jakarta itu.

Sebanyak 84 mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi mengikuti pembekalan Gerakan Peduli Stunting.
Sebanyak 84 mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi mengikuti pembekalan Gerakan Peduli Stunting. (FOTO ISTIMEWA/UNHAM)

Dia menyebutkan, pembekalan GPS ini diikuti 84 mahasiswa. Mereka akan menangani 84 penderita stunting dengan pola orang tua asuh selama kurang lebih 3 bulan.

Mereka akan bekerjasama dengan para kader posyandu dan para tenaga kesehatan yang ada di desa atau para relawan lainnya sehingga diharapkan terjadi penurunan prevalensi stunting di Nusa Tenggara Barat guna mewujudkan generasi penerus yang unggul.

Ia mengaskan, gerakan peduli stunting yang dilakukan mahasiswa akan didampingi oleh 8 orang dosen yang nantinya akan membantu mahasiswa untuk menyusun artikel ilmiah hasil PkM yang dapat dipublikas melalui jurnal PkM terakreditasi.

Ketua Panitia Dr. H. Badaruddin menambahkan, pihaknya siap mengawal GPS ini sehingga upaya untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB dapat terwujud walaupun sesungguhnya mahasiswa ini sedang menulis tugas akhir.

Namun demikian, ia yakin mereka akan bisa mengatur waktu dengan baik. Ia juga meyakini para akademisi tidak cukup hanya sekadar memiliki gelar akademik, namun harus mampu mengabdi untuk masyarakat sekecil apapun.

Untuk mendukung gerakan ini panitia telah menghadirkan beberapa narasumber antara lain, perwakilan yayasan, ahli gizi dari Dinas Kesehatan Lombok Timur, dekan Fakultas Kesehatan Universitas Hamzanwadi, dan kepala P3MP Universitas Hamzanwadi.

Narasumber menyampaikan materinya berupa edukasi pencegahan stunting, trik penanganan kasus stunting di NTB, gizi yang baik bagi anak, dan mekanisme pelaporan PkM oleh mahasiswa.

Pembekalan ini berlangsung selama sehari dengan tujuan agar mahasiswa dapat menjalankan agenda ini dengan tepat, terukur dan akuntabel. "Semoga kita semua sukses," tutupnya. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved