NTB

Kejari Lombok Timur Perkuat Integritas Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani

Istimewa/Dani
Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur berikan kuliah umum di Universitas Gunung Rinjani (UGR). Perguruan tinggi didorong mempunyai komitmen yang tegas, bukan hanya mencetak SDM yang cerdas akan tetapi juga berintegritas. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur berikan kuliah umum di Universitas Gunung Rinjani (UGR).

Kuliah umum Kejari Lombok Timur di UGR ini bertujuan agar para mahasiswa mampu menjaga keutuhan integritasnya di tengah terpaan dunia digital.

Kepala Kejari Lombok Timur Efi Laela Kholis, pada giat yang berlangsung Rabu (5/10/2022) menjelaskan pentingnya menjaga integritas pada mahasiswa.

Baca juga: Kejari Lombok Timur Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Alsintan, Ada Eks Kadis dan Eks Anggota Dewan

Sebab mahasiswa harus benar-benar memperkuat komitmennya karena integritas tak cukup hanya dengan bermodalkan kecerdasan.

"Kalau berbicara kecerdasan, koruptor itu rata-rata punya otak yang cemerlang makanya ia bisa duduk di posisi yang strategis. Maka dari itu komitmen yang menjadi pilar integritas harua kuat," jelasnya.

Efi menegaskan agar perguruan tinggi harus mempunyai komitmen yang tegas, bukan hanya mencetak SDM yang cerdas akan tetapi juga berintegritas.

"Kalau mencetak SDM yang cerdas sangat mudah sekali, terlebih di era digital seperti saat ini," katanya.

Caranya adalah, menanamkan integritas tak hanya ketika menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, namun integritas harus mulai ditanamkan sejak usia dini.

Kendati demikian Efi Kejari berharap agar semua Universitas bisa memulai hal itu mulai dari hal yang paling kecil.

"Akan tetapi sulitnya yakni di mana mempertahankan integritas itu sendiri, nilai dari nilai-nilai yang paling kecil hingga yang besar. Untuk itu mahasiswa harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga itu semua," pintanya.

Bentuk pendidikan yang harus ada dalam era globalisasi ini yakni pendidikan yang kritis dan hal yang kritis bisa dikelola dengan baik agar dapat memberi dampak yang positif, dan tentunya dapat menerapkan nilai integritas.

"Jadi mahasiswa harus menegur dan mengkritisi secara santun dan tentunya dapat memberi solusi," ingatnya.

Selain itu, literasi digital atau teknologi disebut sebagai pedang bermata dua.

Di satu sisi memang memberikan kemudahan.

Namun di sisi lain ancaman ketika teknologi ini menabrak nilai-nilai yang telah dibangun bersama dalam kampus, yakni kurangnya perjuangan dan kegigihan dari mahasiswa dalam menempuh pendidikan.

Baca juga: Kejari Lombok Timur Sukses Tagih Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Rp 1,2 Miliar

"Kesulitan yang dulu, kini tidak ada dan kerap menganggap enteng sesuatu hal, kita harap bapak dosen agar dapat memberikan nilai-nilai baik ketika sedang memberikan pembelajaran,"

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UGR, Alay Idrus mengapresiasi kuliah umum Kejari Lombok Timur ini.

Hal tersebut dianggap baik untuk memberikan pegangan yang integritas yang kuat bagi para mahasiswa terlebih jika sudah memasuki dunia kerja.

"Ini langkah yang sangat baik sekali bagaimana integritas harus mampu dijaga dengan baik, kita berterima kasih kepada Kejari Lombok Timur yang telah mengisi kuliah umun di UGR," pungkasnya.

(*)