Jumat, 10 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Bima

Compo Sampari, Ritual Puncak Khitanan Cucu Sultan Bima yang Digelar Selama 4 Hari Berturut-turut

Upacara adat Compo Sampari di Bima merupakan warisan budaya tak benda, secara turun-temurun dari nenek moyang, Dou Labo Dana

Penulis: Atina | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Prosesi Khitanan cucu Sultan Abdul Khair II, Muhammad Putera Pratama, dilakukan Compo Sampari oleh Ketua MK Indonesia, Anwar Usman, Minggu (2/10/2022). Upacara adat Compo Sampari di Bima merupakan warisan budaya tak benda, secara turun-temurun dari nenek moyang, Dou Labo Dana. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Khitanan cucu Sultan Abdul Khair ke II yang merupakan anak dari Bupati Bima H Ferry Zulkarnain (Alm) dan Hj Indah Dhamayanti Putri berlangsung selama 4 hari berturut-turut.

Puncak ritual khitan Sara Dana Mbojo ini, yakni Compo Sampari atau memasang keris pada anak yang dikhitan.

Puncak prosesi khitananan khas keluarga sultan di Bima ini, digelar di halaman Istana ASI Bima yang kini sudah menjadi Museum pada Sabtu (1/10/2022).

Tidak hanya dihadiri undangan dari seluruh kota dan kabupaten se-NTB, prosesi ini juga dihadiri oleh masyarakat luas karena terbuka untuk umum.

Baca juga: Wisata Bima Tari Lenggo: Penuh Gerakan Klasik Nan Magis, Ekslusif Hanya Bisa Tampil di Istana

Khitanan, merupakan tradisi yang melengkapi siklus kehidupan Dou Mbojo atau Orang Bima.

Terlihat Ketua MK Indonesia Anwar Usman yang memasangkan Sampari atau keris pada anak yang dikhitan.

Makna Ritual Compo Sampari

Upacara adat Compo Sampari merupakan warisan budaya tak benda, secara turun temurun dari nenek moyang, Dou Labo Dana (orang dan tanah kelahiran).

Seiring berubahnya sistem pemerintahan kerajaan menjadi kesultanan, pada tahun 402 maka proses khitanan dilakukan dengan merujuk pada Alquran.

Termasuk, kewajiban untuk melakukan khitan pada anak laki-laki dan memuliakan perempuan.

Upacara adat Compo Sampari kepada anak laki-laki yang dikhitan tujuannya memberikan hak untuk memakai keris.

Juga menanamkan rasa harga diri dan keberanian sebagai seorang pria yang kesatria dan berani menantang segala cobaan.

Rangkaian Adat Khitan Kesultanan Bima

Ada beberapa rangkaian acara sebelum dilaksanakan upacara adat Compo Sampari yaitu:

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved