Tragedi Kanjuruhan

Banyak Suporter Alami Sesak Napas dan Terinjak Saat Gas Air Mata Ditembakkan Polisi

Ia menduga korban berjatuhan akibat tembakan gas air mata, sehingga banyak suporter mengalami sesak napas.

Editor: Dion DB Putra
tangkapan layar Kompas TV
Situasi ricuh di dalam Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Banyak suporter mengalami sesak napas dan terinjak-injak saat terjadi kerusuhan i di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Sejauh ini dilaporkan sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam insiden pascapertandingan sepak bola Liga 1 Indonesia antara Arema FC versus Persebaya Surabaya.

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan, 127 Orang Tewas, 2 di Antaranya Polisi

Baca juga: Kronologi Tragedi Kanjuruhan, Stadion Sesak Gas Air Mata, Penonton Berebut Keluar hingga Lemas

Sumber lain menyebutkan jumlah korban sudah 137 orang bahkan 149 orang. Jumlah korban diperkirakan bertambah karena masih banyak yang jalani perawatan di rumah sakit.

Dwi, seorang saksi mata, menceritakan detik-detik terjadinya peristiwa kelam itu. Dwi mengaku melihat banyak orang terinjak-injak usai gas air mata ditembakkan polisi ke arah tribun penonton Stadion Kanjuruhan.

Ia menduga korban berjatuhan akibat tembakan gas air mata, sehingga banyak suporter mengalami sesak napas.

"Selain itu saya lihat ada banyak orang terinjak-injak, saat suporter berlarian akibat tembakan gas air mata," ujarnya.

Menghalau suporter

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan, gas air mata dilepaskan untuk menghalau suporter yang merangsek turun ke lapangan dan berbuat kerusuhan.

"Sehingga terpaksa jajaran keamanan menembakkan gas air mata," ucapnya dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Resor (Polres) Malang, Minggu (2/10/2022) pagi.

Nico menyebutkan, sebanyak 42.288 suporter yang memenuhi tribun Stadion Kanjuruhan, tidak semuanya turun ke lapangan.

"Hanya sebagian yang turun ke lapangan. Sekitar 3.000 suporter," ungkapnya. Ia menyatakan bahwa ditembakkannya gas air mata ke arah tribun suporter Aremania saat kericuhan terjadi sudah sesuai prosedur.

"Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam ini," tuturnya.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini mengakibatkan 127 orang meninggal dunia.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," jelas Nico.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved