Kematian Brigadir J

Pakar Hukum Sarankan Publik Tidak Boleh Lengah Memantau Jalannya Sidang Ferdy Sambo

Menurut Asep, peluang mempengaruhi perkara kematian Brigadir J melalui persidangan masih bisa terbuka.

Editor: Dion DB Putra
FOTO ISTIMEWA via TRIBUNNEWS
Tersangka pembunuhan berencana Brigadir J Ferdy Sambo dan istrinya Putri saat mengikuti reka ulang adegan, Selasa (30/8/2022). Pakar hukum minta publik tidak lengah memantau jalannya sidang kasus kematian Brigadir J. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Masyarakat Indonesia hendaknya tidak lengah memantau jalannya persidangan Ferdy Sambo dan tersangka lain dalam kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Harapan itu disampaikan pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan. Menurut Asep, peluang mempengaruhi perkara kematian Brigadir J melalui persidangan masih bisa terbuka.

Baca juga: Heboh Soal Kakak Asuh Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J, Polisi: Jangan Melenceng dari Pokok Substansi

Baca juga: LPSK Curiga Dugaan Pelecehan Istri Ferdy Sambo Bagian dari Upaya Agar Lolos dari Jerat Pidana

"Hati-hati nanti di majelis penentuan sidang menentukan. Saya mohon sidang pertama di hari yang sama. Itu teknis tapi hati-hati ini bisa permainan bisa muncul," kata Asep seperti dikutip dari program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Rabu (28/9/2022).

Asep mengharapkan majelis hakim yang menangani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Ferdy Sambo serta empat tersangka lain dalam perkara pembunuhan Brigadir J digelar di hari yang sama.

"Kalau bisa hari sidangnya bersamaan, pembacaan dakwaan semua. Pertama kalau bisa ikutin FS (Ferdy Sambo) baru yang terakhir baru sidangnya E (Richard Eliezer)," kata Asep.

"Karena orang penasaran dakwaannya FS itu apa. Baru yang terakhir E. Nah baru setelah itu kita ikuti jadwal sidangnya. Kalau ini agak berbeda juga, hati-hati, ini permainan bisa muncul di sini," lanjut Asep.

Asep pun berharap sidang Ferdy Sambo dan para tersangka lain digelar di lokasi yang layak.

Menurut dia, pengunjung yang akan menyaksikan sidang Ferdy Sambo kemungkinan bukan hanya awak media tetapi juga masyarakat umum.

"Mungkin nanti perlu sidangnya bukan di (Pengadilan Negeri) Jakarta Selatan. Walaupun ini wilayahnya Jakarta Selatan, kita cari yang lebih besar. Karena tadi, ini kan mendapat perhatian publik. Karena ini menyita perhatian publik, saya pikir ini sebaiknya sidang dilakukan di ruang yang besar," papar Asep.

Asep berharap sidang Ferdy Sambo digelar terbuka untuk umum untuk menjawab rasa penasaran masyarakat terkait kasus itu.

"Jika ini tidak terjadi, hal-hal yang publik harus tahu, karena akan diungkit semua, harus dibuka semua kan. Karena pertanyaan publik harus dijawab di situ kan, supaya publik mengerti 'oh kenapa begini, kenapa begini'," kata Asep.

Asep juga berharap majelis hakim tidak melakukan perbuatan melanggar mengingat saat ini lembaga peradilan tengah disorot, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara Ferdy Sambo dan sejumlah tersangka lain dalam perkara pembunuhan berencana dan merintangi penyidikan (obstruction of justice) sudah lengkap.

“Perkara ini telah memenuhi syarat formil dan materil sehingga berkas perkara juga sudah kami nyatakan lengkap,” kata Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung Fadil Zumhana di Kejagung, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved