Berita Lombok Tengah

Kepala Desa Gemel Lombok Tengah Laporkan Dugaan Penggelapan Aset Desa ke Polisi

Ia mengungkapkan, aset tersebut berupa alat bordir dan sebidang tanah yang telah dibeli pemerintah Desa Gemel sebelum ia menjabat.

Penulis: Sinto | Editor: Dion DB Putra
FOTO KIRIMAN FAHRI
Kepala Desa Gemel Muhamad Ramli (kiri) menyerahkan berkas laporan di Polres Lombok Tengah, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kepala Desa Gemel, Lombok Tengah Muhamad Ramli mendatangai Polres Lombok Tengah untuk melaporkan dugaan penggelapan aset desa berupa sembilan unit mesin bordir.

Baca juga: Ruas Jalan di Desa Ranggegate Lombok Tengah Diblokir Warga Pascapemilihan Kades

"Saya melaporkan hal ini karena masyarakat selalu mempertanyakan mengenai hal itu, supaya semuanya terang benderang dan bisa dipertanggungjawabkan, biarkan hukum yang bekerja," katanya kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Ia mengungkapkan, aset tersebut berupa alat bordir dan sebidang tanah yang telah dibeli pemerintah Desa Gemel sebelum ia menjabat.

"Beberapa kali masyarakat mendatangi kantor desa untuk hearing bahkan demonstrasi mengenai kejelasan aset desa yakni bordir dan sebidang tanah yang telah dibeli pemdes," ujarnya.

Ramli menjelaskan, sebelum ia menjabat sebagai kepala Desa Gemel, aset tersebut telah dipinjam pakai kepada Yayasan Pendidikan Bina Bakti Wanita Muslimat NU Kota Mataram.

Yayasan beralamat di Jl Dr Wahidin Gg almahera II Lingkungan Rembiga Utara, Selaparang Kota Mataram.

Penyerahan dilakukan kepala Desa Gemel sebelumnya yakni H Ahmad Musanif, Mantan BPD Gemel Mawardi dan mantan Ketua LKMD Gemel atas nama Idham Khalid.

"Aset ini ternyata telah dipinjampakaikan kepada orang lain pada tahun 2015. Saya sudah serahkan bukti ke pihak Polres," pungkasnya.

Kanit I SPKT Polres Lombok Tengah, Iptu Supardi membenarkan pihaknya telah menerima surat aduan dari Kades Gemel terkait dugaan pengelapan aset desa.

"Kami telah menerima aduan dari kepala desa gemel mengenai dugaan penggelapan aset desa gemel, dan kami akan tindaklanjuti," demikian Supardi. (*)

Berita lain dari Lombok Tengah klik di sini

 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved