Profil Auditor I Nyoman Wara dan Pensiunan Jaksa Johanis Tanak, Calon Wakil Ketua KPK Pengganti Lili

I Nyoman Wara dan Johanis Tanak calon pengganti Lili Pintauli Siregar di KPK sebelumnya pernah ikut seleksi pimpinan KPK pada tahun 2019 lalu

(Tribunnews/Irwan Rismawan/Jeprima)
Kolase Johanis Tanak menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2019) dan I Nyoman Wara saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat Komisi III DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). I Nyoman Wara dan Johanis Tanak calon pengganti Lili Pintauli Siregar di KPK berdasarkan usulan Presiden Joko Widodo. 

Pakar hukum tata negara Feri Amsari menyoroti alasan di balik penyerahan nama pengganti Lili ini.

"Bagi saya penunjukan pimpinan KPK sedari awal sangat politis. Apa lagi penunjukan pengganti Lili yang memperlihatkan dominannya kuasa presiden dalam penunjukan pimpinan KPK pengganti Lili. Bahkan orang yang peringkat terendah pun dapat dipilih presiden," kata Feri seperti dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (21/9/2022).

Atas dasar pilihan Jokowi yang jatuh kepada dua sosok nihil suara pada saat voting capim KPK, Feri mengindikasikan dua hal.

Baca juga: Presiden Jokowi Siapkan Pengganti Lili Pintauli Siregar yang Mundur dari KPK

Pertama yakni publik sedang diperlihatkan betapa berkuasanya presiden atas pimpinan KPK dan DPR.

"Kedua, membangun kuasa atas pimpinan KPK yang tak memiliki suara alias 0 sehingga yang terpilih punya utang budi kepada presiden. Hal ini dalam rangka mengendalikan pimpinan KPK," kata Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas itu.

Profil Johanis Tanak

Johanis Tanak merupakan pensiunan jaksa.

Dia sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi pada 2020.

Sebelum itu, Johanis Tanak juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau di tahun 2014, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada 2016.

Johanis Tanak pernah menjabat Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI (Direktur TUN Kejagung) yang lolos menjadi capim KPK.

Harta kekayaannya menurut data LHKPN adalah 8,3 miliar.

Dikutip dari Kompas.com, Johanis Tanak sempat dicecar pertanyaan mengenai kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa saat mengikuti seleksi KPK beberapa waktu lalu.

Dirinya mengatakan bahwa integritas dan kepribadian dari jaksa yang bersangkutan menjadi problem utama yang menyebabkan banyak jaksa korupsi.

"Kalau seseorang punya integritas baik, maka pasti dia tak akan melakukan. Saya merasakan itu. Saya pelaku. Saya sering ditawarkan uang tapi demi tuhan saya tidak terima," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved