Cara Perpanjang SIM serta Sanksi Bagi yang Telat

Menurut ketentuan resmi, masa berlaku SIM selama 5 tahun. Itulah sebabnya pemilik SIM harus memperpanjang sebelum batas waktu hari terakhir.

Editor: Dion DB Putra
KOMPAS.COM
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi atau SIM. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Setiap pengendara wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurut ketentuan resmi, masa berlaku SIM selama 5 tahun. Itulah sebabnya pemilik SIM harus memperpanjang sebelum batas waktu hari terakhir.

Baca juga: Warga Kota Mataram Kelahiran 1 Juli Bisa Dapat SIM Gratis, Begini Cara Mendapatkannya

Baca juga: Kartu BPJS Kesehatan Untuk Urus SIM Hingga Jual Beli Tanah, Serikat Pekerja NTB: Terlalu Mengada-ada

Bilamana Anda telat satu hari memproses perpanjangan SIM maka masa berlaku dianggap telah berakhir.

Jangan lupa ada sanksi bagi pemilik kendaraan yang terlambat melakukan perpanjangan SIM.

Anda wajib melalui proses penerbitan ulang layaknya pembuatan SIM pertama kali.

Pemilik kendaraan harus mengulang proses mulai dari ujian teori hingga ujian praktik. Hal ini tentu menyita waktu dan energi.

Di mana saja

Proses perpanjangan SIM bisa dilakukan di mana saja, baik di layanan SIM keliling atau secara daring melalui aplikasi Digital Korlantas Polri.

Untuk pembuatan SIM baru, pengendara harus menyiapkan biaya pembuatan SIM C, SIM A, SIM B, atau SIM D. Pasalnya, biaya bikin SIM C berbeda dengan jenis SIM lainnya.

Perpanjangan SIM bisa dilakukan selama masa berlaku SIM belum habis atau sudah melewati batas masa berlakunya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016, perpanjangan SIM A biayanya adalah Rp 80.000, sedangkan SIM C adalah Rp 75.000.

Ini belum termasuk biaya tambahan yaitu cek kesehatan sebesar Rp 25.000, serta asuransi Rp 30.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Ingat Ada Sanksi Ribet Kalau Sampai Telat Perpanjang SIM

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved