Berita Lombok Timur
Pernah Diduduki PKI, Tanah di Sembalun Ini Akan Jadi Tempat Dibangunnya Pesantren
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menghibahkan tanah yang dahulunya diduduki Partai Komunis Indonesia (PKI).
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menghibahkan tanah yang dahulunya diduduki Partai Komunis Indonesia (PKI).
Kini tanah yang diketahui berada di Sembalun itu akan difungsikan kembali untuk pembangunan pondok pesantren.
Kebijakan ini dilakukan atas dasar keinginan Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy untuk Yayasan Pendidikan Pansor Gunung Rinjani NWDI di Desa Sembalun Bumbung.
Dalam sambutan pada acara yang berlangsung, Sabtu (3/9/2022), Bupati menjelaskan asal-usul dari tanah hibah tempat berdirinya Pendidikan Pansor Gunung Rinjani ini.
Baca juga: Universitas Indonesia Berikan Pendampingan Kewirausahaan Digital pada UMKM di Sembalun Lombok Timur
"Dahulu, kisahnya, setelah meletus G 30 S/PKI, umat islam dari berbagai macam organisasi muncul, termasuk NWDI, untuk memerangi dan mengusir PKI, termasuk di Sembalun," sebutnya.
Bupati menyampaikan, berkaca dari peristiwa masa lampau, Pemkab kemudian mengumpulkan tokoh masyarakat dan warga untuk menghibahkan tanah yang dulu diduduki oleh PKI untuk membangun tempat pendidikan di Sembalun, termasuk Yayasan Pendidikan Pansor Gunung Rinjani.
"Untuk kepentingan masyarakat pemerintah itu ada, pemerintah itu bukan mempersulit masyarakatnya tapi untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani masyarakatnya", ungkap Bupati.
Untuk itu lanjutnya, kepada Aparatur Sipil Negara agar selalu siap memfasilitasi masyarakat dan menginformasikan kepada pemangku kebijakan di wilayah masing-masing.
Baca juga: Lagu Genjer-genjer: Lirik, Terjemahan Bahasa Indonesia, dan Sejarahnya, Apakah Berkaitan dengan PKI?
Selanjutnya di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Pansor Gunung Rinjani H Purnipa menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dalam hal ini Bupati Lombok Timur.
Ia mengatakan terima kasih karena bupati telah menghibahkan tanah untuk kepentingan pendidikan di Pondok Pesantren yang dikelolanya.
"Pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pansor Gunung Rinjani akan menjadi benteng yang menjaga para santri dari berbagai dampak negatif yang mungkin timbul di era globalisasi," tegasnya.
Untuk diketahui, hibah pada dasarnya dilakukan untuk pengalihan kepemilikan aset dari Pemerintah Daerah (Pemda) kepada pihak lain tanpa memperoleh penggantian.
Hibah tanah ini sebagi bentuk perhatian dan kepedulian Pemda terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama untuk kepentingan pendidikan, sosial, budaya, keagamaan dan kemanusiaan.
Pemda menghibahkan sebidang tanah dengan luas 4,5 are untuk membangun asrama bagi santri di pondok pesantren Yayasan Pendidikan Pansor Gunung Rinjani NWDI, yang terletak di jalan Pariwisata No. 4 Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun.