Harga BBM

Harga Baru BBM Usai Kenaikan, Pertalite Rp 10.000 dan Pertamax Rp 14.500 per liter

Harga baru bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai berlaku hari ini dan kenaikan BBM kali ini cukup signifikan. Pertamax dan Pertalite cukup tinggi.

Editor: Sirtupillaili
Dok. Pertamina
Seorang petugas SPBU hendak melayani pembeli bahan bakar untuk kendaraan. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Mulai hari ini harga baru bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax sudah berlaku.

Kenaikan harga BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku hari ini, pukul 14.30 WIB, usai diumumkan Presiden Joko Widodo.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan persnya menjabarkan harga BBM terbaru mulai sore ini, sebagai berikut:

Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Baca juga: BREAKING NEWS Harga BBM Naik Lagi, Berikut Harga Terbaru Pertalite Solar hingga Pertamax

Dalam keterangan persnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah membuat keputusan menaikkan harga BBM dalam situasi yang sulit.

"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian," ujar Presiden Jokowi, dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Sabtu.

Kenaikan harga BBM bersubsidi mencuat dalam beberapa waktu lalu seiring membengkaknya nilai subsidi energi yang mencapai Rp 502 triliun.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran subsidi dan kompensasi energi akan membengkak sebesar Rp 198 triliun jika tidak ada kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar.

Baca juga: Warga Lombok Barat Hadang Truk Merah yang Diduga Timbun BBM di SPBU Meninting

Ia mengatakan, saat ini anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun 2022 dipatok sebesar Rp 502,4 triliun.

Angka itu sudah membengkak Rp 349,9 triliun dari anggaran semula sebesar Rp 152,1 triliun guna menahan kenaikan harga energi di masyarakat.

Dengan berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan kurs rupiah, diperkirakan anggaran tersebut tidak akan cukup hingga akhir tahun.

Terlebih, konsumsi Pertalite dan Solar diperkirakan akan melampaui kuota yang ditetapkan.

Mereka perkirakan subsidi itu harus tambah lagi, bahkan bisa mencapai Rp 198 triliun, menjadi di atas Rp 502,4 triliun.

"Jadi nambah kalau kita tidak menaikkan (harga) BBM, kalau tidak dilakukan apa-apa, tidak ada pembatasan," ujar Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (23/8/2022).

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga BBM Pertalite, Solar, hingga Pertamax Resmi Naik Mulai Hari Ini"

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved