Problematika Larangan Pakaian Bekas hingga Dampaknya Bagi Bisnis

Beberapa waktu lalu Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan juga membakar 700 bal pakaian bekas dengan kisaran harga 8 M.

TribunLombok.com/Laelatunni'am
Tampak pakaian bekas yang dijual di pasar Karang Sukun 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM- Dinas Kesehatan Kota Mataram memberikan imbauan terhadap warga kota yang membeli pakaian bekas untuk dicuci bersih sebelum dikenakan.

Imbauan ini disampaikan sebagi tindak lanjut dari larangan impor pakaian bekas yang diduga mengandung jamur dan bakteri yang mengundang penyakit.

Beberapa waktu lalu Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan juga membakar 700 bal pakaian bekas dengan kisaran harga 8 M.

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40/2022 juga sudah tertuang larangan perdagangan barang bekas impor.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Usman Hadi menjelaskan mengenakan pakaian bekas boleh-boleh saja asalkan diperhatikan betul kebersihannya.

Baca juga: Intip Mesin Penyapu Jalan Kota Mataram: Kapasitas 2 Ton, Mampu Sisir Sampah 15 Kilometer Sehari

"Boleh-boleh aja, dicuci dulu, diseterika dulu, jaga kebersihannya," tuturnya

Menurutnya menggunakan pakaian bekas tidak terlalu berdampak besar bagi kesehatan, selama kebersihan diutamakan.

Imbauan juga ditujukan kepada pedagang pakaian bekas untuk mencuci terlebih dahulu sebelum dibersihkan.

"Sebelum dijual dicuci dulu, sebelum dipakai dicuci dulu," tegasnya lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved