Breaking News:

312 Personel Polresta Mataram Amankan Aksi Masa di DPRD NTB

Unjuk rasa yang dilakukan HMI bersama organisasi lainnya itu bertujuan untuk menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas (Migas).

TribunLombok/Jimmy Sucipto
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa yang mengajak salah satu masa aksi untuk berdiskusi dalam tuntutan mereka tentang kenaikan harga BBM, Rabu (31/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sebanyak 312 personel gabungan Polresta Mataram mengamankan dan mengawal jalannya aksi unjuk rasa dari HMI Mataram dan beberapa organisasi lainnya. 

Diketahui, unjuk rasa yang dilakukan HMI bersama organisasi lainnya itu bertujuan untuk menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas (Migas), di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Rabu, (31/8/2022).

Massa aksi yang dikawal oleh ratusan personel gabungan Polresta Mataram dengan Ketua Koordinator Lapangan Aksi, Alam Anani Putra turut menyampaikan 3 tuntutannya kepada Ketua DPRD NTB terkait rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah pusat

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa memberikan beberapa keterangan saat aksi masa yang menolak kenaikan BBM ini, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: MGPA Sediakan Tiket Gratis pada Hari Pertama WSBK Mandalika 2022, Ini Syaratnya!

Saat dikonfirmasi di lokasi, ia menjelaskan bahwa Polresta Mataram tetap mengedepankan sikap humanis.

"Saya mengajak kepada semuanya siapapun yang menyampaikan aspirasi atau penyampaian pendapat dimuka umum mari kita kedepankan komunikasi sehingga bisa berjalan dengan baik," Kata Mustofa.

Mustofa juga mengatakan, bahwa Ketua DPRD NTB memang sedang sakit. Dan ia menghimbau, agar mahasiswa tidak terpicu emosi akibat Ketua DPRD yang sedang sakit.

"Bisa disaksikan bahwa Ketua DPRD dari rumah memang sedang sakit. Makanya saya mengingatkan kepada adik-adik mahasiswa untuk kedepankan sifat yang rasional, sifat humanis. Segala sesuatu bisa dikomunikasikan bukan mendasari pada emosi," Ujar Mustofa.

Baca juga: BBM Akan Naik, Gubernur NTB Sebut Program Pemda Bisa Menyokong Ekonomi Masyarakat

Ia juga berkomunikasi bersama Mahasiswa, agar mampu bertemu dengan Wakil Ketua DPRD.

Mustofa juga menegaskan kepada mahasiswa, agar mahasiswa harus tetap kondusif setelah aspirasi yang mereka sampaikan ke oleh Wakil DPRD NTB, Nauvar Furqoni Farinduan.

Selain itu sempat terjadi aksi dorong-mendorong, dan mengakibatkan salah personel terluka karena terbentur tameng.

Namun sudah dapat ditangani oleh personel Seksi Dokter Kesehatan Polresta Mataram.

Baca juga: Harapan Fraksi PKS Soal Lowongan Kerja AMNT: Jangan Beratkan Pencari Kerja

(*) 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved