Soal Joki Cilik, Pemprov NTB Segera Mengaturnya Lewat Pergub

Gita Ariadi menambahkan, Pergub itu nantinya akan mengatur pembatasan usia joki secara rasional.

TribunLombok.com/Lalu Helmi
Sekda NTB Lalu Gita Ariadi saat ditemui pasca-upacara bendera HUT RI ke-77 pada Rabu, (17/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi NTB memberikan atensi terhadap dugaan eksploitasi anak dalam event pacuan kuda di Sumbawa dan Bima.

Pemprov NTB mengaku akan segera menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) tentang penggunaan joki cilik di arena pacuan kuda.

"Kita tetap peduli terhadap hak yang dikatakan tanda kutip sebagai eksploitasi anak. Oleh karena itu supaya tidak ada joki cilik, ada upaya pendewasaan usia atau pengaturan proteksi sebagaimana diatur di dalam surat yang dikeluarkan oleh Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri," kata Sekda NTB Lalu Gita Ariadi pada Rabu (17/8/2022).

Gita Ariadi menambahkan, Pergub itu nantinya akan mengatur pembatasan usia joki secara rasional.

Baca juga: Lowongan Kerja Lombok Agustus 2022 Teller PT BKP Mitra Sinergi: Syarat Lulusan SMA/SMK/D1/D3

Joki bakal disesuaikan dengan ukuran kuda.

"Berkaitan tentang itu, kita menyesuaikan kuda kita yang kecil nanti memang jokinya harus kecil. Kalau kudanya kuda Sumbawa tidak tepat. Kalau kuda Sumbawa terus jokinya Lalu Gita Ariadi juga tidak tepat," kata Gita mencontohkan.

Menurutnya, aturan tentang joki cilik akan disesuaikan dengan masukan-masukan berbagai pihak.

Di sisi lain, keberadaan joki cilik juga akan dilihat dari perspektif kearifan lokal.

"Di satu sisi kita mengakomodir itu. Satu sisi kita akomodir situasi kondisi kearifan lokal kita," kata Gita.

Baca juga: Jadwal Bioskop Mataram: XXI, CGV, Cinepolis, 18 Agustus 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved