Korban PMI Diberi Uang oleh Calo hingga Rp10 Juta, Disnakertrans NTB Minta Masyarakat Tidak Tergiur

Masyarakat mudah tergiur oleh calo lantaran dijanjikan sejumlah uang sebelum pemberangkatan dan dijanjikan gaji besar setelah penempatan.

TribunLombok.com/ Lalu Helmi
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi harap lintas sektor dapat bantu berantas calo PMI Ilegal. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sengkarut persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus jadi atensi pemerintah.

Teranyar, kini praktek percaloan makin marak terjadi.

Masyarakat mudah tergiur oleh calo lantaran dijanjikan sejumlah uang sebelum pemberangkatan dan dijanjikan gaji besar setelah penempatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi menjelaskan praktek percaloan PMI ini masih mungkin terjadi lantaran adanya celah hukum di negara penempatan.

Celah yang dimaksud adalah di sejumlah negara penempatan seperti Timur Tengah masih membuka peluang terjadinya konversi visa.

Baca juga: Soal Joki Cilik, Pemprov NTB Segera Mengaturnya Lewat Pergub

"Salah satu kasus terbarunya, satu orang asal NTB dari Sumbawa ditampung di Jakarta. Dia salah satu dari 100 korban calon PMI yang akan diberangkatkan ke luar negeri Timur Tengah," kata Putu Aryadi pada Rabu, (17/8/2022).

Ia menuturkan, adanya korban PMI asal Sumbawa itu mereka mendapat atau diberikan uang langsung oleh calo atau tekong atas nama majikan atau perusahaan dari Timur Tengah.

Nilainya tak main-main, kisaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per orang.

"Cara mainnya calo dari Timur Tengah, dia bawa uang langsung sebagai gaji awal dan diiming-imingi mendapat lebih besar ketika disana. Dapat duit segitu, senang kan dia dapat duit besar," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved