Pemeran Utama dari 9 Orang Pemuda Rudapaksa Gadis di Bima Menyerahkan Diri
Seorang terduga pelaku rudapaksa gadis belia di Desa Simpasai Bima, menyerahkan diri tepat pada puncak peringatan HUT Kemerdekaan
Penulis: Atina | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Seorang terduga pelaku rudapaksa gadis belia di Desa Simpasai Bima, menyerahkan diri tepat pada puncak peringatan Hari kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, Rabu (17/8/2022).
Adapun kasus rudapaksa ini terjadi pada Sabtu (30/7/2022) lalu yang melibatkan sembilan orang pemuda.
Korban merupakan gadis belia, asal Desa Sie, Kecamatan Monta dan para terduga pelaku berasal dari desa tetangga, yakni Simpasai.
Terduga pelaku yang menyerahkan diri ini, merupakan pemeran utama dalam kasus ini, yakni inisial AF alias AG usia 18 tahun.
"Iya, yang bersangkutan menyerahkan diri tadi," ungkap Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko, Rabu (17/8/2022).
AF alias AG, buron selama 15 hari dan menyerah setelah beberapa kali petugas mendekati pihak keluarga.
"Terduga pelaku mengaku sudah tidak tahan lagi hidup sebagai pelarian di gunung-gunung, dari buronan pihak Polres Bima yang terus mempersempit ruang gerak para DPO ini," ujar Heru.
Dituturkannya, KBO Sat Samapta Polres Bima, Ipda M Fikri Dalfa Alfares, menemui orang tua dan keluarga terduga pada Minggu (14/8/22) untuk meminta agar diserahkannya terduga.
“Dalam pertemuan itu Alfares memberikan pemahaman kepada orang tua maupun pihak keluarga, agar menyerahkan diri serta keselamatan terduga dijamin oleh pihak kepolisian,” ujar kapolres.
Hasilnya, diinformasikan oleh pihak keluarga jika terduga sudah berada di rumah kerabatnya di Desa Simpasai.
KBO Sat Samapta bersama personil Unit Patmor Polres Bima, selanjutnya bergegas ke rumah dimaksud dan mengamankan terduga pelaku di Mapolres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut.
Dengan diamankannya AF alias AG ini, berarti sudah empat terduga pelaku yang sudah berhasil diamankan.
Kapolres Bima sendiri kembali menyatakan, pihaknya akan terus memburu terduga pelaku lainnya yang hingga kini masih buron.
"Kami akan terus memburu mereka dan mengusut tuntas persoalan ini sampai selesai," tandasnya.
(*)