Senin, 1 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Chef Haryo Pramoe Nilai Makanan Khas Tete Batu Lombok Timur Bisa Mendunia

Desa Tete Batu punya masakan khas yang diproses dengan bambu serta bahan utama unik dari kaki Gunung Rinjani

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Chef Haryo Pramoe berfoto dengan para peserta dari Festival Kuliner yang diadakan BP Dewi Tete Batu Lombok Timur, Sabtu (6/8/2022). Desa Tete Batu punya masakan khas yang diproses dengan bambu serta bahan utama unik dari kaki Gunung Rinjani yang bisa mendunia. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM,LOMBOK TIMUR - Salah satu selebriti chef ternama Haryo Pramoe cukup lama tak muncul.

Namun pria yang lahir 8 Maret 1975 ini baru-baru ini terlihat di Desa Tete Batu, Lombok Timur.

Chef Haryo Pramoe menghadiri festival kuliner yang diadakan Badan Promosi Dewi Tete Batu.

Saat di temui TribunLombok.com, Sabtu (6/8/2022) Chef Haryo menyampaikan keinginannya untuk lebih memperkenalkan makanan tradisional Indonesia di mata dunia.

Baca juga: Tete Batu Lombok Timur Wakili Indonesia di Kompetisi Desa Wisata Terbaik Dunia 2021

"Saya ingin mengembalikan makanan endemik, khususnya di Tete Batu ini, karena kekuatan dari Tete Batu saya lihat daerah ini berada di kaki gunung dan hutan, dan bahan baku terbanyak adalah bambu, jadi bambu itu kan kearifan lokal, dan itu yang saya ingin perkenalkan," ucapnya.

Menurutnya makanan endemik seperti yang diproses di dalam bambu perlu untuk terus dilestarikan.

Dia mednukung penuh Badan Pengelola Desa Wisata (BP Dewi) Tete Batu menggelar acara Festival Kuliner tersebut.

"Makanan dari bambu itu seksi banget, sangat tradisional, budaya lokalnya kuat sekali. Saya percaya orang asing akan tertarik datang ke sini hanya untuk makan makanan didalam bambu," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, konsep dari diadakannya Festival tersebut yakni masakan makanan di dalam bambu sebagai rockstar, di mana sebagai bahan utama untuk memperlkenalkan makanan khas dari masyarakat di TeteBatu.

Ia mencontohkan satu cerita keaslian masakan dari daerah itu memiliki ke khasannya masing-masing.

"Sebagai contoh misalkan masyarakat yang hidup di pinggir pantai makanan khasnya itu asin, kenapa asin karena dekat dengan budaya laut, sehingga membuat penghargaan terhadap garam itu tinggi, apa itu aneh, oh tidak, itu adalah sebuah kekhasan masyarakat yang perlu terus dilestarikan," katanya.

Sementara di Tete Batu yang notabene berada di bawah kaki gunung dan banyak dijumpai bambu, maka harapannya makanan yang ada disatukan dengan kekhasan dari daerah itu sendiri.

Dia berharap ke depannya festival serupa akan banyak lagi diadakan di daerah-daerah yang lainnya.

Ketua BP Dewi Tete Batu Mariani Rusli mengatakan, festival kuliner ini memang di adakan guna lebih memperkenalkan makanan khas dari masyarakat di Tete Batu sendiri.

Baca juga: Lombok Timur Susun Kalender Event, Bupati: Banyak yang Menarik

"Ada beberapa jenis makanan yang di tampilkan ada ikan bakar, ayam bakar, pindang serami, pindang kuning, telur itik, urap-urap, pelecing pakis, olah olah, dan banyak sekali ada 10 macam makanan," sebutnya.

Mariani mengatakan konsepnya adalah untuk memperkenalkan dan mengkreasikan bahan bahan makanan yang ada di Tete Batu.

Ia berharap ke depan, makanan-makanan tradisional bisa menjadi satu objek yang dapat lebih memperkenalkan budaya asli daerah, khususnya Tete Batu, Lombok Timur.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved