NTB
Angin Kencang, Pelayaran Kapal di Pelabuhan Bima Masih Aman
Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Beberapa hari terakhir, angin kencang terjadi di wilayah Bima dan sekitarnya.
Ini mengkhawatirkan pengguna jasa pelayaran, termasuk nelayan tradisional.
Petugas Keselamatan Berlayar Syahbandar Bima, Syaifudin kepada wartawan menjelaskan, hingga empat hari ke depan pelayaran dari pelabuhan Bima masih aman.
Ia mengungkap, saat ini memang di daratan terasa angin kencang, baik pagi, siang dan malam hari.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, 35 Ribu Orang Tinggalkan Bima Melalui Pelabuhan Bima
Namun kondisi itu berbeda dengan di perairan laut.
Hal itu berdasarkan informasi cuaca yang disampaikan oleh BMKG.
Syaifudin menjelaskan, untuk saat ini pihaknya masih mengeluarkan izin untuk pelayaran.
Jika laporan dari BMKG kondisi memburuk, maka izin pelayaran akan dipertimbangkan.
Baca juga: 6 Hari Dicari, Calon Pengantin di Bima yang Hilang Belum Ditemukan, Tim SAR Temui Keluarga Korban
Tidak saja aman bagi pelayaran kapal barang dan penumpang, namun juga nelayan yang mencari ikan di wilayah teluk Bima.
Pemantauan perkembangan cuaca menjadi rujukan utama dalam menentukan keselamatan pelayaran selama ini.
Zainudin, nelayan di Kelurahan Tanjung juga mengungkap, sejauh ini kondisi perairan di dalam teluk Bima sangat tenang.
Begitu pun dengan kondisi gelombang laut di sekitar luar teluk Bima, masih sangat aman untuk para nelayan tradisional seperti dirinya mencari ikan.
"Kurang tahu juga ya kalau sudah agak jauh. Lokasi mancing saya masih sekitar areal teluk Bima dan masih aman," akunya.
Meski tergolong aman, tapi tangkapan ikan berkurang.
Zainudin tidak bisa memastikan, apakah ada kaitannya dengan angin kencang di daratan sehingga mempengaruhi ikan di laut atau tidak.
Namun yang pasti, dalam beberapa hari terakhir, hasil tangkapan ikannya berkurang ketimbang biasanya.
"Dalam satu hari, biasanya saya bisa bawa pulang ikan lebih dari 3 kilo. Kalau sekarang malah ga dapat sekilo," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Situasi-bongkar-muat-di-Pelabuhan-Bima.jpg)