Rabu, 22 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Bima

Dua Kampung di Kota Bima Bentrok Lagi Meski Sempat Islah, Warga dan Polisi Kena Panah

Sebelumnya sudah dilakukan islah antara dua kampung di Kota Bima ini yang melibatkan tokoh pemuda, tokoh lingkungan, hingga jajaran pemerintahan

Penulis: Atina | Editor: Wahyu Widiyantoro
ISTIMEWA
Ilustrasi. Anggota polisi berjaga-jaga di perbatasan dua kampung di Kota Bima yang bentrok pada Minggu (17/4/2022). Bentrok kampung Soro dan Melayu di Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima kembali pecah Minggu (26/6/2022) sekira pukul 03.00 WITA. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Bentrok dua kampung yakni Soro dan Melayu di Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima kembali pecah Minggu (26/6/2022) sekira pukul 03.00 WITA.

Informasi yang diperoleh TribunLombok.com, konflik antarkampung di Bima ini mengakibatkan empat orang warga dan satu orang polisi, terkena anak panah yang mengenai bagian perut, paha, hingga kepala.

Sedangkan satu anggota Polsek Asakota terkena anak panah pada bagian perut dan sudah menjalani operasi.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra SIk yang ditemui di Tempat Kejadian Perkara pada Minggu (26/6/2022) malam, membenarkan bentrok dua kampung ini.

Baca juga: Cerita Bocah 5 TahunTersesat saat Nonton MXGP Samota 2022

"Iya, sejak subuh tadi," ujarnya.

Henry menjelaskan, pemicu bentrok kali ini karena adanya saling lempar pada Sabtu (25/6/2022) malam.

Sehingga berlanjut pada aksi serang, pada Minggu dini hari.

Padahal sebelumnya sudah dilakukan islah antara dua kampung ini, yang melibatkan tokoh pemuda, tokoh lingkungan, hingga jajaran pemerintahan.

Baca juga: Mahasiswa Fakultas Teknik Hamzanwadi dan CEF Gelar Clean Up di Labuhan Haji

"Tapi mungkin rata-rata adik-adik kita masih muda, jadi mudah dipicu," ungkapnya.

Karena sudah dilakukan islah dan bentrok masih terjadi, Henry dengan tegas memerintahkan tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri untuk melakukan penjemputan kepada siapapun warga yang memiliki senjata.

"Jika ada yang mengintervensi, silahkan laporkan ke saya," ujar Henry dengan tegas, saat apel sebelu sweaping dilakukan.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved