Berita Lombok Barat

Mengenal Kawasan Wisata Sekotong, Calon Tuan Rumah Liga Selancar Dunia Tahun Depan

Kawasan ini terkenal dengan panorama bukit dan pantainya yang kerap dijadikan lokasi surfing para peselancar.

Penulis: Robbyan Abel Ramdhon | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBYAN ABEL RAMDHON
Panorama bukit dan laut dari dataran tinggi di kawasan wisata Sekotong, Lombok Barat. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Robbyan Abel Ramdhon

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT – Kawasan wisata Sekotong terdaftar sebagai peserta desa binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatof (Kemenparekraf) dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Kawasan ini terkenal dengan panorama bukit dan pantainya yang kerap dijadikan lokasi surfing para peselancar.

Baca juga: Kapolsek Sekotong Bantu Tongkat untuk Gadis Penyandang Disabilitas di Lombok Barat

Baca juga: Rekomendasi Tempat Wisata di Pulau Sumbawa, Ada Pantai Sekongkang Bagi Pecinta Selancar

Bahkan pada tahun 2023 mendatang, Pantai Bangko-bangko yang terletak di kawasan wisata Sekotong akan menjadi spot diselenggarakannya World Surf League (WSL) atau Liga Selancar Dunia.

Pantai Bangko-bangko menawarkan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan peselancar karena memiliki ketinggian dan intesitas ombak yang mampu menciptakan Desert Point atau tempat berselancar terbaik.

Kawasan wisata Sekotong masih terbilang sepi dari wisatawan karena lokasinya yang relatif jauh dari akses umum dan Kota Mataram.

Dari pusat Kota Mataram saja, pengunjung membutuhkan waktu setidaknya satu setengah jam untuk sampai di lokasi atau dengan menempuh jarak sejauh 61 kilometer menuju “ekor” Pulau Lombok.

Selain Pantai Bangko-bangko, di Sekotong juga terdapat Pantai Elak-elak. Pantai ini mirip pantai di kawasan Lombok Tengah yang memiliki pasir putih namun dengan volume ombak lebih tenang.

Kawasan ini relatif lebih ramai wisatawan karena masyarakat pun telah memanfaatkannya sebagai tempat pembangunan ekonomi wisata.

Di sana tersedia berbagai fasilitas penunjang seperti deretan berugak, kursi pantai, serta toilet dan kamar mandi yang sesuai standar.

Belum lagi ratusan pulau kecil yang tak kalah menarik menawarkan pengalaman wisatawan berbeda bagi pengunjung, seperti Gili Nanggu, Gili Gede, Gili Rengit, hingga Gili Asahan.

Keasrian kawasan wisata Sekotong membuatnya menjadi ekosistem bagi berbagai tumbuhan dan hewan.

Sepanjang jalan menuju kawasan wisata Sekotong saja, kita bisa menyaksikan ratuan monyet bergelantungan dan beraktivitas di tepi jalan.(*)

Simak berita terkait klik di sini

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved