Kasus PMK di Kota Mataram Meningkat, Kini 56 Sapi yang Terjangkiti
Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kota Mataram terus bertambah
Penulis: Laelatunniam | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kota Mataram terus bertambah.
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Peternakan Kota Mataram, Dijan Ryatmoko, sapi yang terjangkiti sudah 56 Sapi, Jumat (27/5/2022).
Penyebarannya begitu pesat, karena data terakhir pada Selasa (24/5/2022) jumlah sapi yang terjangkiti hanya sepuluh sapi.
Namun kini sudah 56 sapi yang terserang PMK dan seekor kambing.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Disnakeswan Lotim Soroti TPH Bersiap Cegah PMK
Sapi yang terserang ini tersebar di sembilan kandang di Kota Mataram.
Pekan lalu Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli menceritakan penyebaran PMK ke kota disebabkan karena salah satu peternak Mataram membeli sapi di Narmada Lombok Barat.
Ia tidak tahu sapi yang dibeli itu terkena PMK, kemudian dibawa ke kota Mataram dan langsung menjangkiti sembilan sapi di kandangnya.
Kemudian semua sapi yang terjangkiti langsung diberikan penanganan berupa memberikan vitamin, dan penyemprotan disinfektan ke seluruh kandang.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran PMK Selama Hari Raya Qurban, Disnakeswan Lotim Buat Buku Panduan
Sementara waktu masyarakat diimbau untuk tetap tidak membeli ternak di luar Kota Mataram dan carilah sapi pada kandang yang tidak diisolasi.
Terkait pembatasan lalu lintas ternak yang diterapkan sekarang ini tentu berdampak pada kenaikan harga sapi di Kota Mataram.
Terakhir Mutawalli berharap seluruh kabupaten di Lombok menutup pasar ternak untuk sementara waktu sebagai pencegahan PMK yang begitu pesat.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/sapi-di-kandang-lombok-tengah.jpg)