NTB

Cara Membuat Sapu', Hiasan Kepala Khas Sumbawa

TRIBUNLOMBOK.COM/GALAN REZKI WASKITA
Bentuk Sapu' Pusuk Rebong Sumbawa. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Setiap daerah di Indonesia memiliki busana khasnya masing-masing.

Begitu juga dengan Suku Sumbawa atau Samawa di Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB).

Baca juga: Cara Membuat Buras Khas Bima, si Gurih Makanan Warga Melayu saat Lebaran

Baca juga: Cerorot, Kue Legit Manis Khas Lombok dengan Bentuk Unik: Berikut Bahan dan Cara Membuatnya

Satu di antara kekhasan busana masyarakat Samawa yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini adalah penggunaan Sapu'.

Sapu' merupakan hiasan ikat kepala yang terbuat dari kain adat.

Sejatinya, kain dari sapu serupa dengan kain Kre' Alang atau kain adat Sumbawa.

Sesuai peruntukannya di kepala, kain Sapu' memiliki panjang 30 cm pada setiap sisinya.

Cara membentuk Sapu' Sumbawa sebagai berikut

  • Bentangkan kain Sapu' di alas yang datar.
  • Satukan dua ujung yang berlawanan sehingga membentuk segitiga lalu rapikan.
  • Di bagian bawah segitiga lakukanlah lipatan beberapa kali seukuran kira-kira dua jari.
  • Ikatkan masing-masing ujung lipatan di kepala. Ingat, pastikan lipatan berada di bagian luar.
  • Bengkokkan jambul yang tegak ke arah depan.

Kalau sudah demikian, maka pembaca sekalian telah membentuk sapu'.

Bentuk Sapu' Pusuk Rebong Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Bentuk Sapu' Pusuk Rebong Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (TRIBUNLOMBOK.COM/GALAN REZKI WASKITA)

Model ini dinamakan Sapu' Pusuk Rebong (Rebung).

Rebung memiliki filosofi seperti perjalanan hidup.

Demikian juga ujung kain yang dibengkokkan dimaksudkan menyerupai kelopak bunga.

Ada banyak bentuk penggunaan Sapu' mulai adi ukuran, cara lipatan, hingga motif dan warna pada kain.

Setiap simbol itu memiliki makna filosofi yang berbeda.

(*)