DPRD Sumbawa Barat

Komisi III DPRD KSB Kunjungan Kerja ke RSUD Provinsi NTB, Bahas Layanan Pasien Rujukan

Kunker kali ini berkenaan dengan adanya keluhan keluarga pasien rujukan ke RSUD Provinsi NTB serta harapan masyarakat terhadap mutu layanan.

Editor: Dion DB Putra
DOK HUMAS DPRD KSB
Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD KSB diterima Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes.,MH, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dipimpin ketuanya Sudarli, SP.d melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Provinsi NTB di Mataram, Selasa (10/5/2022).

Kunker itu menindaklanjuti hasil RDP komisi tersebut bersama OPD (organisasi perangkat daerah) mitra sebelumnya.

Baca juga: Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD KSB Kunjungan Kerja ke Dinas Sosial Provinsi NTB

Baca juga: Refleksi Hardiknas, Dinas Dikbud Sumbawa Dorong Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan

Kunker kali ini berkenaan dengan adanya keluhan keluarga pasien rujukan ke RSUD Provinsi NTB serta harapan masyarakat terhadap mutu layanan.

Humas DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam rilis yang diterima TribunLombok.com, Sabtu (14/5/2022) menyebutkan, Komisi III DPRD KSB diterima Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes.,MH didamping wakil direktur dan beberapa pejabat teknis.

Ketua Komisi Sudarli dalam kata pengantar menyampaikan beberapa hal yang dihimpun komisinya baik menyangkut keluhan serta ekspektasi masyarakat terhadap layanan pasien rujukan.

Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD KSB diterima Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes.,MH.
Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD KSB diterima Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes.,MH. (DOK HUMAS DPRD KSB)

Cak Darli, demikian sapaan akrab politisi Senior PKB Sumbawa Barat itu, menyampaikan gagasan tentang perlunya MoU (Memorandum of Understanding) antara RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat dengan RSUD Provinsi NTB tentang "Rujukan Lanjutan".

Dia menjelaskan, MoU tersebut penting untuk beberapa hal sebagai berikut. Pertama, menjamin terinstalnya sistem rujukan yang aman bagi pasien.

Kedua, menjamin kerjasama antar rumah sakit terutama terhadap sistem pelayanan rujukan. Ketiga, meningkatkan peran dan fungsi tenaga kesehatan di semua fasilitas pelayanan kesehatan.

Keempat, meningkatkan keterampilan (skill) dan wawasan keilmuan tenaga kesehatan baik di RSUD Asy Siyfa KSB maupun RSUD Provinsi NTB.

Kelima, sebagai dasar penunjang akreditasi rumah sakit; dan keeman adanya dukungan dan kerja sama yang baik antara pemerintahan daerah baik Pemprov NTB maupun pemerintah kabupaten/kota.

Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD KSB diterima Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes.,MH.
Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD KSB diterima Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes.,MH. (DOK HUMAS DPRD KSB)

Semua ini, kata Cak Darli, dimaksudkan sebagai bagian dari ikhtiar untuk memberikan layanan medis yang memuaskan bagi masyarakat NTB termasuk di dalamnya masyarakat Sumbawa Barat.

Menindaklanjuti hal tersebut, komisi III segera memanggil direktur Asy Syifa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat untuk melakukan pembicaraan yang lebih konkret dengan RSUD Provinsi NTB untuk merealisasikannya.-

Setelah dari ruang pertemuan, rombongan komisi III DPRD KSB diajak meninjau salah satu inovasi unggulan RSUD Provinsi NTB yaitu PCC (Province Command Center) yang merupakan unit layanan penanganan kegawatdaruratan medis yang dapat diakses di seluruh wilayah NTB.

Masyarakat cukup mendownload aplikasi emergency button NTB di play store atau menghubungi 0800 1111119 selama 24 jam nonstop dan bebas pulsa. (*)

Berita terkait klik di sini

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved