Tarif Tiket Bus Bima Melonjak, Dinas Perhubungan Sebut Kenaikan Sepihak

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB tidak mengetahui adanya kenaikan tarif tiket bus menjelang dan sesudah lebaran. Kenaikan itu diklaim sepihak.

Penulis: Atina | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Terminal di Kota Bima jadi tempat utama mangkalnya bus-bus AKAP dan AKAD di Bima, Rabu (4/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB tidak mengetahui adanya kenaikan tarif tiket bus jelang dan sesudah lebaran.

"Tidak ada pemberitahuan kenaikan tiket. Dari pimpinan kita juga tidak ada," ungkap Penanggungjawab Terminal Dara di Kota Bima, Suwardi, Rabu (4/5/2022).

Ia mengungkap, jika ada kenaikan tarif tiket bus saat mudik dan arus balik, maka ia memastikan itu kenaikan sepihak.

"Itu dinaikan sepihak, tidak ada surat ketetapan apapun," tegasnya.

Baca juga: Bertepatan dengan Libur Nasional, Pengumuman Kelulusan SMA Ditunda

Baca juga: Harga Tiket Bus Jurusan Bima-Lombok-Jawa Melonjak, Penumpang Mengeluh Kenaikan Tak Wajar

Terkait harga tiket yang sudah dinaikan saat ini, Dishub NTB mengaku akan mendatangi setiap Perusahaan Otto (PO) bus untuk mengembalikan harga tiket seperti sedia kala.

"Kita sedang lakukan pemantauan dan minta jangan dinaikan tarif. Kasihan masyarakat yang mudik dan ingin kembali, bertambah beban biayanya," tandas Suwardi.

Sebelumnya, pemudik mengeluhkan harga tiket bus Bima - Lombok yang melonjak dari Rp 200 ribu per orang menjadi Rp 280 ribu per orang.

Untuk Bima - Surabaya, tarif normal biasanya Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu per orang, naik menjadi Rp 750 ribu per orang.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved