Mengenal Tradisi Maleman Masyarakat Sasak Menyambut Lailatul Qadar

Berbagai macam tradisi dilakukan masyarakat Lombok menyambut malam lailatul qadar. Seperti tradisi "maleman" dengan menyalakan lampu atau DIle Jojor.

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Warga memasang Dila Jojor di kuburan keluarga dalam tradisi maleman masyarakat Sasak menyambut Lailatul Qadar, di Lombok Timur. 

Tradisi maleman ini hanya dilakukan warga saat Ramadhan.

Bagi umat Islam, Lailatul Qadar adalah malam di bulan Ramadhan yang disebutkan lebih baik daripada seribu bulan.

Segala keistimewaannya tercantum secara detail pada Surah Al-Qadr.

Malam Lailatul Qadar hanya ada dalam satu malam dalam satu tahun, yaitu pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadhan.

Biasanya terletak pada tanggal-tanggal ganjil seperti 21,23,25, dan 29.

Masyarakat Islam di Lombok menyambut malam Lailatul Qadar dengan berbagai kegiatan.

Seperti Nuzulul Quran dan berbagai ibadah lainnya.

Termasuk tradisi yang masih dipegang erat sampai sekarang yakni tradisi maleman.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved