Perkuat Nuansa Keagamaan di KEK Mandalika, Kiai dan Tuan Guru se-Lombok Tengah Adakan Buka Bersama

Puluhan Penceramah Se-Lombok Tengah adakan buka bersama yang berlangsung di Bukit Jokowi Sirkuit Mandalika kemarin petang Senin, (25/4/2022).

TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Suasana buka bersama dengan sejumlah penceramah se-Lombok Tengah di Bukit Jokowi Sirkuit Mandalika kemarin Senin, (25/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Puluhan Penceramah se-Lombok Tengah adakan buka bersama yang berlangsung di Bukit Jokowi Sirkuit Mandalika kemarin petang Senin, (25/4/2022).

Penceramah tersebut berasal dari berbagai pimpinan pondok pesantren dan tokoh agama yang ada di Lombok Tengah.

Bukan hanya penceramah namun takmir masjid Nurul Bilad sebagai masjid terbesar di kawasan Mandalika juga turut hadir dalam kegiatan buka bersama tersebut.

Ustaz Minggre Hammy selaku ketua MUI Lombok Tengah sekaligus panitia penyelenggara menyampaikan jika pembangunan yang begitu pesat di kawasan Mandalika harus pula diikuti dengan peningkatan nilai-nilai keislaman.

Adanya keseimbangan pembangunan maka harapannya tercipta kondusifitas wilayah yang stabil dalam misi pembangunan, merawat akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat Lombok Tengah yang Beriman dan Berbudaya.

Baca juga: Ramahan 1443 H, Karang Taruna Gili Mas Perkuat Silaturahmi Lewat Buka Bersama & Santunan Anak Yatim

Pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah yang sangat berkembang pesat, kata Ustat Minggre Hammy,  harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakatnya.

Sebagai bentuk aksi konkret dalam penguatan nilai-nilai keislaman di Mandalika, MUI bekerjasama dengan pihak terkait telah mengadakan pelatihan khatib di desa-desa penyangga di kawasan ekonomi khusus Mandalika.

"Termasuk pengajian-pengajian yang telah kami lakukan. Apalagi dibulan suci Ramadan ini kami telah melakukan pengajian Ramadan pada sore hari usai Salat Asar," jelas Ustaz Minggre Hammy dalam sambutannya.

Suasana buka bersama dengan sejumlah penceramah se-Lombok Tengah di Bukit Jokowi Sirkuit Mandalika kemarin Senin, (25/4/2022). 
Suasana buka bersama dengan sejumlah penceramah se-Lombok Tengah di Bukit Jokowi Sirkuit Mandalika kemarin Senin, (25/4/2022).  (TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO)

Meskipun demikian, Ustaz Minggre Hammy mengakui jika usaha-usaha untuk mensyiarkan agama Islam di kawasan Mandalika masih belum maksimal.

Hal ini dikarenakan potensi dasar dalam penyebaran syiar-syiar islam di kawasan Mandalika belum terlalu kuat.

Oleh karena itu, diperlukan perjuangan yang luar biasa dan tidak pernah berhenti untuk untuk berikkhtiar bersama lebih peduli dengan keagamaan di KEK Mandalika.

Baca juga: Menuju NTB Zero Waste, Perlu Teknologi Canggih dan Kucuran Dana Rp42 Miliar untuk TPA Kebon Kongok

"Saya mengajak tuan guru dan Al Mukarram untuk bisa berjuang bersama-sama dalam memperjuangkan syiar islam di Mandalika yang lebih luas lagi. Mohon maaf, meskipun dikawasan Mandalika banyak pondok pesantren dan masjid-masjid namun harus diakui di Mandalika belum terlalu subur untuk agama," terang Ustaz Minggre.

Namun, ia mengaku bersyukur karena keberadaan masjid Nurul Bilad sangat membantu mengembangkan dakwah dan kegiatan keagamaan lainnya di Mandalika.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved