Berita Lombok Timur

Jawab Tuntutan Masyarakat, Bupati Lombok Timur Percepat Pembangunan Rumah Sakit Tipe D di Masbagik

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menegaskan komitmen Pemerintah Daerah segera merealisasikan RSUD Masbagik tipe D Pratama.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Lalu Helmi
Istimewa
Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmi. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Aahmad Wawan Sugandika

tRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menegaskan komitmen Pemerintah Daerah segera merealisasikan RSUD Masbagik tipe D Pratama.

Terlebih dengan adanya Tuuntutan dari Masyarakat Masbagik Yang terjadi Senin 28 Maret 2022, dan sekaligus juga sudah ada rekomendasi dari Ketua DPRD.

Realisasi RSUD tersebut bukan dimulai tahun 2023 mendatang seperti rencana sebelumnya, melainkan mulai tahun 2022 ini.

Baca juga: Formabes Gelar Aksi di Kantor Bupati Lotim, Tuntut Percepatan Pembangunan RS Tipe D di Masbagik

Baca juga: Jam Kerja ASN Lombok Timur Selama Bulan Ramadhan 2022

"Kami akan mengupayakan pengaggarannya pada APBD perubahan 2022 mendatang, sedikitnya Rp. 10 M akan dialokasikan untuk pembangunan Instalasi gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)," ujar Bupati saat di Temui TribunLombok.com Rabu (30/3/2022).

Lebih lanjut Bupati menyampaikan dana yang sedianya untuk rehabilitasi Puskesmas Masbagik pasca gempa dengan alokasi Rp.750 juta akan dimanfaatkan menyusun detail engineering design (ded) dari rencana RSUD tersebut.

Komitmen tersebut juga disampaikan Bupati saat bersilaturahmi dengan masyarakat Masbagik yang diwakili berbagai unsur yang berlangsung Selasa 29 Maret 2022.

Bupati berharap percepatan pembangunan ini dapat mengeliminasi miskomunikasi antara Pemda dengan masyarakat Masbagik yang dinilai seharusnya tidak terjadi.

"RSUD Masbagik menjadi salah satu upaya mendekatkan sekaligus melengkapi akses layanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur," ujarnya.

Selain RSUD Masbagik, dalam waktu dekat juga akan dibangun RSUD di Suela dengan dana bersumber dari Pemerintah Pusat senilai Rp. 40 milyar.

RSUD tersebut semula akan dibangun di kecamatan Aikmel atau Lenek.

Akan tetapi karena jarak dua kecamatan ini dinilai Pemerintah Pusat masih terlalu dekat dengan RSUD dr R Soedjono Selong, maka lokasinya digeser ke Kecamatan Suela.

Pemindahan ini juga yang mendukung semakin kuatnya rencana keberadaan RSUD di Masbagik.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved