Breaking News:

Warga Keluhkan Penutupan Jalan Udayana Dampak Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Provinsi NTB

Penutupan ruas jalan yang kembali terjadi Selasa, (15/3/2022) imbas dari aksi unjuk rasa Serikat Mahasiswa Indonesia di depan Gedung DPRD NTB.

Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATUL WAHIDYAH
Penutupan Jalan Udayana akibat aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD NTB, Selasa (15/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Penutupan ruas Jalan Udayana dampak aksi unjuk rasa dikeluhkan warga.

Penutupan ruas jalan yang kembali terjadi Selasa, (15/3/2022) imbas dari aksi unjuk rasa Serikat Mahasiswa Indonesia di depan Gedung DPRD NTB.

Efek dari penutupan jalan tersebut membuat warga mengeluh karena harus mencari jalur alternatif lain melalui gang-gang sempit yang tentu memakan waktu lebih lama untuk bisa sampai tujuan.

Baca juga: Serikat Mahasiswa Indonesia Demo Kantor DPRD NTB, Tolak Revisi UU Pendidikan

Baca juga: Tolak Penundaan Pemilu, Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bima Berujung Ricuh

Jalan Udayana ini sendiri menjadi jalan utama dan tercepat menuju Ex Bandara Selaparang maupun dari arah Rembiga menuju Jalan Pejanggik.

Pantauan Tribunlombok.com, Selasa (15/3/2022) aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 10.00 WITA di Simpang Empat Pejanggik itu telah cukup membuat jalan menjadi terhambat.

Terlebih waktu tersebut bertepatan dengan jam pulang dari tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di Jalan Pejanggik.

Kemudian massa melanjutkan aksinya dengan long march menuju gedung DPRD NTB yang berada di Jalan Udayana.

jalan satu arah yang dipergunakan warga menuju Gunung Sari, Ampenan maupun Rembiga ini ukurannya tidak begitu luas.

Dengan tambahan aksi massa di jalan tersebut sudah mampu membuat lalu lintas macet total.

Aparat kepolisian pun menutup Jalan Udayana dan mengalihkannya menuju Jalan Dasan Agung.

Warga kemudian menyayangkan penutupan jalan akibat aksi unjuk rasa itu.

Tak sedikit warga yang kebingungan mencari jalur alternatif.

“Kalau mau tembus ke jembatan itu jalannya kemana ya pak? Saya tadi udah lewat situ tapi ndak ketemu jembatannya,” kata Indah bertanya pada petugas yang tengah menjaga aksi unjuk rasa itu.

Selain kebingungan, ada pula warga yang geram dan memilih menerobos melewati massa.

Ini bukan kali pertama terjadi.

Berbagai kantor pemerintahan seperti DPRD NTB, Kemenag, Diskominfotik berada di ruas jalan ini.

Tidak heran jika Jalan Udayana kerap dijadikan sebagai lokasi demo yang berujung menghambat arus lalu lintas.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved