NTB

Imbas Penertiban Pasar Kebon Roek, Pedagang Mengeluh Sepi

TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATUL WAHIDYAH
Yuli (jilbab merah mudah) Pedagang di Pasar Kebon Roek keluhkan sepinya pembeli pasca penertiban yang dilakukan petugas gabungan. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pedagang Pasar Kebon Roek keluhkan dagangannya sepi akibat penertiban yang dilakukan petugas gabungan pada Jumat, (4/3/2022) lalu.

Ratusan pedagang yang berada di bahu jalan dan halaman Pasar Kebon Roek diminta berjualan di dalam bangunan oleh petugas gabungan.

Petugas gabungan tersebut  terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian.

Baca juga: Berulang Kali Ditertibkan, Pasar Kebon Roek Tak Kunjung Tertata Rapi

Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika 2022, Penertiban Lahan Parkir hingga Pembagian Masker di Pasar Kebon Roek

Bagi pengguna jalan, penertiban itu memberikan kemudahan membuat lalu lintas di Jalan Adi Sucipto menjadi lancar.

Namun di sisi lain, penertiban itu menurut pedagang di Pasar Kebon Roek mengakibatkan mereka kehilangan pelanggan.

Para pedagang menduga pelanggan kesulitan mencari lokasi mereka.

“Mana dia tau pelanggan kalau saya pindah ke sini, kecuali kalau mereka punya nomor WA baru nanti kan WA. Dari siang dapat Cuma Rp 50 ribu, gimana cara kita mau hidup,” kata Yuli, pedagang sayur di Pasar Kebon Roek.

Sebagai salah seorang pedagang di Pasar Kebon Roek, Yuli menyambut baik penertiban yang dilakukan oleh pemerintah daerah tersebut.

Dirinya sadar jika penertiban ini bertujuan baik untuk menciptakan citra Kota Mataram yang apik terlebih saat penyelenggaraan event MotoGP Mandalika nanti.

Di mana banyak wisatawan yang akan mengunjungi Provinsi NTB.

Akan tetapi Yuli menyayangkan pengaturan dan koordinasi dari pengelola Pasar Kebon Roek yang belum jelas.

Yuli menilai seharusnya petugas mengajak pedagang berdialog untuk membuat kebijakan tapi hal tersebut tidak dilakukan.

Sementara pengaturan stand-stand di dalam gedung juga belum tertata dengan baik sehingga membuat pedagang kebingungan.

“Sebenarnya ditata dulu, baru suruh orang masuk tapi ini seperti bebek masuk dalam kandang. Nanti masuk yang itu eh yang satu keluar,” ujar Yuli sambil tertawa.

Kini dirinya berharap agar Pasar Kebon Roek dapat berbenah dengan mengatur stand-stand pedagang sesuai dengan produk yang dijualnya.

Ini juga nantinya memudahkan para pembeli mencari kebutuhan mereka.

(*)