NTB

Berulang Kali Ditertibkan, Pasar Kebon Roek Tak Kunjung Tertata Rapi

TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATUL WAHIDYAH
Pasar Kebon Roek, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pasar Kebon Roek Ampenan, Kota Mataram kembali ditertibkan pada Jumat, (4/3/2022) lalu.

Aparat gabungan yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja serta dibantu oleh aparat kepolisian mencoba mengatur ulang Pasar Kebon Roek.

Ini bukan kali pertama pemerintah daerah berusaha mengurai kesemrawutan Pasar Kebon Roek yang kerap kali menimbulkan kemacetan di jam-jam sibuk.

Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika 2022, Penertiban Lahan Parkir hingga Pembagian Masker di Pasar Kebon Roek

Baca juga: Sudah Diimbau, Warga & Angkutan Umum Masih Parkir Sembarangan di Pasar Kebon Roek Ampenan

Akhir tahun lalu, tepatnya 5 Desember 2021 penertiban juga sempat dilakukan namun pemandangan tersebut tidak bertahan lama.

Beberapa pekan kemudian pedagang kembali memenuhi bahu Jalan Adi Sucipto itu.

Penjaga keamanan Pasar Kebon Roek, Sahlan mengeluh dengan kondisi ini.

Setiap harinya ia harus berulang kali mengawasi dan melakukan penertiban agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu jalan.

Namun himbauan yang diberikan Sahlan hanya dianggap angin lalu oleh para pedagang.

“Dari subuh, habis sholat subuh udah kita dateng. Kita pergi ngopi bentar udah dia pada numpuk lagi, bengel (nakal) pedagang ini,” keluh Sahlan.

Dirinya pun sudah habis akal untuk mencari cara menertibkan pedagang sedangkan Sahlan juga mendapatkan tekanan dari atasannya untuk mengatasi persoalan tersebut.

Dari kacamata Rahmah, pedagang nanas di Pasar Kebon Roek menyebut jika carut marut itu diakibatkan oleh pedagang liar yang memenuhi bahu jalan.

Mereka merupakan pedagang tidak bersertifikat yang tidak membayar uang retribusi maupun uang keamanan.

Tak jarang pedagang liar ini juga merusak harga pasar dengan mematok harga sama dengan harga tengkulak

Inilah yang juga menurutnya menjadi alasan banyak pedagang tidak ingin berjualan di dalam bangunan Pasar Kebon Roek karena kebanyakan pembeli akan lebih memilih belanja di bahu jalan.

“Bukannya kita ndak mau naik tapi pedagang yang ndak ada surat-suratnya ini juga diatur,” kata Rahmah.

Jika persoalan ini belum terurai, ia memprediksi penertiban Pasar Kebon Roek akan terus berlangsung seperti ini.

(*)