Miftachul Akhyar Ungkapkan Alasannya Mundur dari Jabatan Ketua Umum MUI

Komitmen tersebut ia ungkapkan saat terpilih sebagai rais aam pada Muktamar ke-34 NU bulan Desember 2021 lalu.

Editor: Dion DB Putra
KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN
Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Miftachul Akhyar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Miftachul Akhyar mengungkapkan, dia mundur dari MUI agar tidak merangkap jabatan. Sebab saat ini dia juga menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baca juga: Profil Bambang Susantono, Calon Kepala Otorita IKN

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi Covid-19 hingga 80%, Polres Lombok Timur Gelar Apel Bersama Nakes

Komitmen tersebut ia ungkapkan saat terpilih sebagai rais aam pada Muktamar ke-34 NU bulan Desember 2021 lalu.

"Di saat ahlul halli wal aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami'na wa atha'na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan," ujar Miftachul seperti dikutip dari situs resmi nu.or.id, Rabu (9/3/2022).

Komitmen tidak rangkap jabatan tersebut sebelumnya diungkapkan Zainal Abidin yang menjadi bagian dari tim Ahlil Halli Wal Aqdi (AHWA) saat pemilihan Rais Aaam NU periode 2021-2026.

Ia mengatakan, rais aam agar tidak rangkap jabatan di organisasi lain.

"Kalau ingin menjadi rais aam NU 2021-2026, diharapkan untuk tidak rangkap jabatan di organisasi yang lain," ujar Zainal Abidin ketika mengumumkan hasil sidang AHWA terkait rais aam, Jumat (24/12/2021) dini hari.

Selain itu, rais aam terpilih diharapkan bisa fokus dalam pembinaan dan pengembangan jamaah NU.

"Lalu kami berdiskusi, berdialog dengan rais aam terpilih, beliau berkata dengan sangat santun sekali, sami'na wa ato'na'," ujar Zainal.

Terkait pengunduran diri Miftachul Akhyar dari jabatan Ketua Umum MUI, Kompas.com telah melakukan konfirmasi kepada Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh.

Ia mengatakan MUI telah menerima surat pengunduran diri Miftachul.

Selanjutnya, MUI akan melakukan rapat untuk membahas surat pengunduran diri. Proses pergantian Ketua Umum MUI berikutnya akan disesuaikan dengan aturan internal organisasi.

"MUI sudah menerima surat tersebut, selanjutnya akan dilakukan rapat membahas surat tersebut. Kemudian (untuk proses pergantian Ketua Umum MUI berikutnya) akan disesuaikan dengan aturan internal organisasi," kata Ni'am.

"Saya secara pribadi menghormati langkah yang diambil, tapi keputusan berikutnya kembali pada aturan organisasi," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Ini Alasan Miftachul Akhyar Mundur dari Jabatan Ketua Umum MUI

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved