Kamis, 14 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Konflik Rusia vs Ukraina

Dampak Invasi Rusia, Pesawat Terbesar di Dunia Milik Ukraina 'Mriya' Hancur

Perbaikan diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 3 miliar dolar AS dan dalam waktu lebih dari 5 tahun

Tayang:
pixabay.com
Ilustrasi pesawat Antonov AN-225 mendarat di landasan Bandara. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Pesawat terbang milik Ukraina Antonov AN-225 menjadi saksi bisu invasi Rusia.

Pesawat terbesar di dunia dengan 6 mesin jet ini masih dicek kondisi terkininya berikut tingkat kerusakannya.

Dampak invasi Rusia ke Ukraina ada pesawat dengan nama yang memiliki arti mimpi ini diungkap langsung Menteri Luar Ukraina, Dmytro Kuleba.

Pesawat tersebut terparkir di landasan bandara dekat ibu kota Ukraina, Kiev saat Rusia menyerang, demikian seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Antisipasi Dampak Konflik Rusia-Ukraina, Ini Saran Dosen Unram ke Pemerintah Indonesia

Baca juga: Paus Fransiskus Terpaksa Ambil Langkah Tak Lazim karena Prihatin atas Konflik Rusia Ukraina

“Rusia mungkin telah berhasil menghancurkan ‘Mriya’ milik kita. Namun mereka tidak akan bisa menghancurkan mimpi kita untuk menjadi lebih kuat, bebas, dan negara demokratis di Eropa. Kita akan menang!” tulis Dmytro dalam cuitan di akun twitternya @DmytroKuleba.

Perusahaan produsen Antonov belum berani untuk mengkonfirmasi dampak kerusakan sebelum pengecekan oleh para ahli.

Ukrobornprom, perusahaan negara Ukraina bidang pertahanan yang juga menaungi Antonov, mengungkap pesawat AN-225 memang sedang dalam kondisi rusak.

Ukroboronprom menyebut pesawat Antonov AN-225 ini sudah diparkir dalam keadaan rusak sejak Kamis (24/2/2022).

“Berdasarkan informasi dari Direktur Antonov Airlines, salah satu dari mesin Antonov AN-225 dicopot untuk diperbaiki dan pesawat itu tidak dapat diterbangkan pada hari itu meskipun terdapat perintah yang penting,” tambahnya.

Meski jenis kerusakan belum diketahui pasti, tetapi Ukroboronprom sudah bisa menaksir biaya perbaikannya.

Dana yang dibutuhkan mencapai 3 miliar dollar AS atau jika dikonversi ke rupiah menjadi sejumlah Rp43,14 triliun.

“Perbaikan diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 3 miliar dolar AS dan membutuhkan waktu lebih dari lima tahun.”

“Tugas kita untuk menjamin pembiayaan ditanggung oleh Federasi Rusia yang mana menyebabkan kerusakaan yang disengaja terhadap penerbangan Ukraina dan sektor penerbangan kargo,” ujar perwakilan dari Ukroboronprom.

Di sisi lawan, pasukan Rusia mengklaim telah menduduki lapangan udara Hostomel.

Lapangan udara ini lah yang merupakan lokasi parkir pesawat AN-225 tersebut.

Tangkapan layar, kepulan asap membumbung di wilayah Ukraina menyusul perintah Presiden Rusia Vladimir Putin kepada militernya agar melakukan operasi militer penuh ke Ukraina, Kamis (24/2/2022). (YouTube Al Jazeera)
Tangkapan layar, kepulan asap membumbung di wilayah Ukraina menyusul perintah Presiden Rusia Vladimir Putin kepada militernya agar melakukan operasi militer penuh ke Ukraina, Kamis (24/2/2022). (YouTube Al Jazeera) (Dok.Tribunnews)

Gambar yang diambil dari satelit milik Maxar Technologies memperlihatkan kerusakan parah di hangar yang menjadi tempat diparkirkannya pesawat AN-225 ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved