Kamis, 30 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Perang Rusia-Ukraina Bikin Rontok Pasar Global, Waspadai Dampaknya ke Indonesia

Perang Rusia dan Ukraina di Benua Eropa akhirnya meletus dan membuat pasar global anjlok. Kondisinya juga berdampak pada perekonomian di Indonesia.

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
Sergei SUPINSKY / AFP
Polisi dan personel keamanan memeriksa sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv. Kamis. (24 Februari 2022). Serangan terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada hari Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan "penuh -skala invasi" sedang berlangsung. 

Nikkei 225 Index turun 1,81 persen.

Hang Seng Index Hong Kong melorot 3,21 persen.

Sedangkan Shanghai Composite Index melemah 1,70 persen.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jakarta juga mengikuti tren global yang terkoreksi 1,48 persen.

Bagaimana dengan Indonesia?

Nilai tukar mata uang Rupiah sore ini ditutup melemah 54 poin di level Rp 14.391 dari sebelumnya di level Rp 14.337.

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah direntang Rp 14.370 hingga Rp 14.420

Pengamat pasar uang sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, hal tersebut efek dari menguatnya Dolar Amerika Serikat (AS), yang juga menguat terhadap mata uang lainnya.

Menguatnya Dolar AS disebabkan oleh konflik yang terjadi oleh 2 negara di benua biru, yakni Rusia dan Ukraina.

“Dolar menguat terhadap mata uang lainnya pada Kamis, setelah Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan Rusia mengirim pasukan ke Ukraina timur,” jelas Ibrahim, Kamis (24/2/2022).

“Separatis di Donbass Ukraina (Donbas) meminta bantuan Rusia dalam memukul mundur agresi pada hari Rabu. Ukraina menanggapi dengan mengumumkan wajib militer dan keadaan darurat,” sambungnya.

Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (24/2/2022), ditutup merosot 1,48 persen atau 102,23 poin ke posisi 6.817,82.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 6.758 hingga 6.929, di mana terdapat 109 saham menguat, 492 saham melemah, dan 82 saham tidak mengalami perubahan.

Adapun nilai perdagangan mencapai Rp 21,17 triliun dengan 31 miliaran saham yang ditransaksikan oleh pelaku pasar sebanyak 2 jutaan kali.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis mengatakan, perang Rusia - Ukraina mengganggu psikologis pasar dan akhirnya terjadi aksi panic selling dari investor.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved