Sabtu, 11 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Perang Rusia-Ukraina Bikin Rontok Pasar Global, Waspadai Dampaknya ke Indonesia

Perang Rusia dan Ukraina di Benua Eropa akhirnya meletus dan membuat pasar global anjlok. Kondisinya juga berdampak pada perekonomian di Indonesia.

Editor: Sirtupillaili
Sergei SUPINSKY / AFP
Polisi dan personel keamanan memeriksa sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv. Kamis. (24 Februari 2022). Serangan terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada hari Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan "penuh -skala invasi" sedang berlangsung. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Perang Rusia dan Ukraina di Benua Eropa akhirnya meletus.

Vladimir Putin, pemimpin Rusia telah memerintahkan militernya melakukan invasi ke negara tetangganya tersebut.

Peristiwa ini pun langsung berpengaruh pada perekonomian dunia.

Pasar Rusia dan Ukraina pun merosot.

Rubel melemah hampir 7 persen menjadi 86,98 per dolar AS. Kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Dikutip dari Kontan sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Indeks MOEX Rusia runtuh sebanyak 45 persen pada hari Kamis.

Dengan pasar kehilangan lebih dari U$ 250 miliar kapitalisasi pasar.

Bank sentral Rusia kemudian memerintahkan larangan short selling dan pasar over-the-counter sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sementara indeks pan-Asia turun 2,6 persen, Indeks STOXX 600 Eropa mengekor turun 2,75 persen.

Kinerja saham Uni Eropa ini mencapai level terendah sejak Mei 2021 dan 10 persen di bawah rekor tertinggi Januari.

Baca juga: Akar Masalah Konflik Antara Rusia dan Ukraina Hingga Sebabkan Operasi Militer yang Tewaskan 40 Orang

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina di Depan Mata, 3 Juta Warga Kiev Siap-siap Dievakuasi

Kinerja DAX Jerman ikut melorot 3,7 persen lantaran negara ini memang sangat bergantung pada pasokan energi Rusia. Begitu juga dengan hubungan dagang yang besar ke Rusia.

Lonjakan harga minyak membantu membatasi kerugian pada FTSE 100 yang menjadi acuan bagi investasi Inggris.

Namun indeks ini juga mengalami penurunan hingga 2,68 persen. Adapun S&P 500 e-mini turun 2 persen dan Nasdaq futures turun 2,8 persen.

"Di masa lalu ketika Anda mengalami gejolak geopolitik, Anda cenderung memiliki periode yang sangat fluktuatif di pasar saham. Lalu terjadi normalisasi, tetapi sulit untuk menilai kapan akan terjadi," kata manajer portofolio LGIM Justin Onuekwusi.

Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat dia berbicara selama pertemuan darurat video Dewan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang berfokus pada situasi di Kazakhstan setelah protes keras, di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, Senin (10/1/2022).
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat dia berbicara selama pertemuan darurat video Dewan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang berfokus pada situasi di Kazakhstan setelah protes keras, di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, Senin (10/1/2022). ((Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP) (AFP/ALEXEY NIKOLSKY))

Kinerja saham di kawasan Asia juga kompak menurun.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved