Menlu Inggris Menyebut Putin Bisa Memperpanjang Konflik Ukraina Selama Berbulan-bulan
Menurut dia, peningkatan militer Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda pengurangan, sebagaimana dilansir Reuters pada Kamis 17 Februari 2022.
TRIBUNLOMBOK.COM, LONDON– Menteri Luar Negeri ( Menlu) Inggris Liz Truss menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin dapat memperpanjang krisis di Ukraina selama berbulan-bulan.
Liz Truss menyampaikan hal itu melalui tulisannya di surat kabar The Daily Telegraph.
“Saat ini tidak ada bukti bahwa Rusia menarik diri dari wilayah perbatasan dekat Ukraina,” demikian catatan Truss di The Daily Telegraph.
Baca juga: Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dari Inisiator Damai Jadi Penggerak Perang
Baca juga: Jenderal Mark Miley Prediksi Jika Pecah Perang Rusia-Ukraina Korban Akan Sangat Banyak
Menurut dia, peningkatan militer Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda pengurangan, sebagaimana dilansir Reuters pada Kamis 17 Februari 2022.
Truss mengatakan, usia dapat menyeret konflik di Ukraina selama berpekan-pekan atau bahkan berbulan-bulan lamanya.
“Melemahkan kekuatan Ukraina dan menantang persatuan Barat,” kata Truss.
Seorang anggota Parlemen Inggris James Heappey mengatakan, Rusia terus bersiap untuk kemungkinan invasi ke Ukraina.
Heappey menambahkan, ada jembatan yang dibangun di seberang Sungai Pripyat dekat perbatasan Belarus-Ukraina.
Rusia selalu membantah tudingan pihaknya berencana menyerang Ukraina. Moskwa mengatakan, Barat dicengkeram oleh histeria dan fobia terhadap Rusia.
Pada Selasa (15/2/2022), Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman untuk menunjukkan mereka mengembalikan beberapa pasukan ke pangkalan setelah latihan.
Tidak Ada Tanda-tanda
Hari Rabu 16 Februari 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, tidak ada tanda-tanda Rusia menarik pasukannya dari perbatasan, hanya rotasi kecil yang terlihat.
Zelensky mengatakannya saat memperingati Hari Persatuan dengan melihat tentara Ukraina berlatih dengan senjata anti-tank baru yang dipasok Barat, di dekat Rivne, bara ibu kota Kiev.
Dia mengunjungi kota garis depan Mariupol dengan mengenakan mantel hijau zaitun ala militer.
"Kami tidak takut pada siapa pun, musuh mana pun," kata Zelensky saat intelijen Barat memperingatkan Moskwa dapat menyerang.
"Kami akan membela diri," ujarnya dikutip dari AFP.
Terlepas dari foto-foto di media pemerintah Rusia yang dikatakan menunjukkan pasukan Moskwa mengakhiri latihan besar di Crimea, Zelensky berkata tidak ada bukti Rusia mundur.
“Kami melihat rotasi kecil. Saya tidak akan menyebut rotasi ini sebagai penarikan pasukan oleh Rusia,” katanya dalam komentar yang disiarkan televisi. "Kami tidak melihat perubahan."
Penumpukan besar pasukan, rudal, dan kapal perang Rusia di sekitar Ukraina disebut sebagai risiko keamanan terburuk di Eropa sejak Perang Dingin.
Kepala NATO Jens Stoltenberg, yang menjadi tuan rumah pertemuan para menteri pertahanan aliansi itu di Brussels, juga menolak anggapan bahwa ancaman di perbatasan Ukraina telah berkurang.
"Moskwa memperjelas bahwa mereka siap menentang prinsip-prinsip dasar yang telah menopang keamanan kami selama beberapa dekade dan melakukannya dengan menggunakan kekuatan," katanya.
"Saya dengan berat hati mengatakan bahwa ini adalah kenormalan baru di Eropa." Amerika Serikat (AS) pun pada Rabu (16/2/2022) menepis laporan bahwa Rusia menarik pasukan dari perbatasan Ukraina dan justru menambahnya.
Seorang pejabat senior Gedung Putih yang dikutip AFP mengeklaim, Rusia menambah 7.000 tentara di perbatasan dengan Ukraina yang beberapa di antaranya tiba pada Rabu (16/2/2022).
Ia juga menyebut pengumuman penarikan pasukan dari Moskwa itu palsu.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Inggris: Putin Dapat Memperpanjang Konflik Ukraina Berbulan-bulan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/vladimir-putin-rusia.jpg)