Covid 19
Kasus Covid-19 Naik Drastis, Pemkot Bima Tunda Acara Gowes Bareng Gubernur NTB
Setelah ditetapkan sebagai daerah berlevel 3 PPKM, Pemerintah Kota Bima menunda acara gowes bersama Gubernur NTB.
Penulis: Atina | Editor: Lalu Helmi
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Setelah ditetapkan sebagai daerah berlevel 3 PPKM, Pemerintah Kota Bima menunda acara gowes bersama Gubernur NTB.
Sedianya acara gowes itu dilaksanakan akhir pekan ini, yakni 20 Februari 2022.
Tapi akhirnya ditunda, setelah kasus harian Covid-19 di Kota Bima terus meningkat setiap harinya.
Baca juga: Acara Gowes Bareng Gubernur NTB Jadi Sorotan di Tengah Naiknya Kasus Covid-19 Kota Bima
Baca juga: Masih Pandemi Covid-19, Pemkab Bima Beli Mobil Baru Bupati dan Wakil Bupati Senilai Rp 1,4 Miliar
Terlebih, setelah ditetapkan sebagai daerah dengan PPKM Level 3 oleh Pemerintah Pusat.
Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi melalui Kabag Prokopim Kota Bima, Abdul Malik memastikan seluruh rangkaian acara telah ditunda.
"Setelah vicon dan rapat terbatas tadi, diputuskan semua acara ditunda," ujarnya, Selasa (15/2/2022).
Artinya lanjut Malik, gowes hingga peresmian jembatan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.
Malik juga menegaskan, Pemkot Bima baru mendapatkan kabar PPKM Level 3 pada hari ini.
Sehingga, keputusan penundaan pada sejumlah kegiatan yang melibatkan orang banyak pun baru diputuskan.
Pria yang akrab disapa Malik ini mengatakan, untuk PPKM level 3, sesuai Instruksi Mendagri berlaku mulai 15 Februari sampai 28 Februari 2022.
Sesuai aturan kata Malik, sejumlah pembatasan akan dilakukan.
Mulai dari pembatasan di destinasi wisata, penerapan prokes yang diperketat, pembatasan kegiatan seni, pembatasan 50 persen untuk kegiatan massal termasuk ibadah dan melarang penggunaan pengeras suara.
"Kita semua berharap, peningkatan hanya sampai pekan depan saja. Sehingga semua aktivitas kembali normal," harap Malik.
Atas nama Pemerintah Kota Bima, Malik mengimbau masyarakat untuk perketat kembali prokes yang kini sudah longgar.
"Ayok, tetap gunakan masker. Rajin cuci tangan, kurangi mobilitas terlebih dahulu, ngumpul-ngumpul juga. Ini demi kebaikan kita semua," pungkasnya.
(*)