NTB

Budayawan Sumbawa Ingatkan Warga Jangan Berdebat Hanya dengan Simbol Bersifat Meta

Tribunlombok.com/Galan Rezki Waskita
Aries Zulkarnain, Budayawan Sumbawa. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA – Budayawan Sumbawa, Aries Zulkarnain, berikan pandangannya terkait simbol kebudayaan yang dipandang kerap menjadi perdebatan.

Menurutnya, sering terjadi kekakuan dalam menafsirkan simbol kebudayaan Sumbawa.

Ia mencontohkan, pernah ada perdebatan terkait penamaan motif Kre’ Alang (Kain Adat Sumbawa).

Ada pula perselisihan pendapat terkait bentuk ornamen pada bangunan kebudayaan Sumbawa.

Baca juga: TRAVEL GUIDE Inilah Savana Dandaun, Spot Berkemah Populer di Lereng Gunung Sembalun dan Rinjani

Ndak bisa kita tuh berdebat dengan simbol-simbol yang sifatnya meta. Nilainya saja yang harus terus terpelihara,” kata Aries.

Budaya adalah cipta, rasa, dan karya manusia yang sifatnya harus terus berkembang.

Maka yang perlu dilestarikan adalah nilai yang ada di dalamnya.

Untuk itulah simbul (bentuk) dan penamaannya boleh berbeda atau bahkan berubah.

Baca juga: Budayawan Sumbawa Jelaskan Filosofi Rumah Menurut Tau Tana’ Samawa’

Meskipun, perubahan itu tidak akan jauh berbeda dari bentuk aslinya.

Namun kata Aries, beberapa orang memunculkan argumentasi yang seolah ketika ada perubahan simbul, maka dianggap telah melanggar adat.

Terlebih dahulu, masyarakat harus memahami perbedaan adat dan tradisi.

Adat menurut Aries adalah kesatuan nilai. Sementara, simbul ada dalam tradisi sebagai pengukuhan nilai.

Wujud tradisi boleh berubah kecuali yang sudah dilindungi Undang-undang seperti Cagar Budaya.

“Hanya dengan (perubahan) sibul merusak nilai, belum tentu,” tambah Aries.

Pikiran itu didasarkan pada keharusan utama yakni berpegang pada falsafah Sumbawa “Adat Barenti’ ko’ sara’, sara’ barenti’ ko’ kitabullah”(Adat berpegang pada syariat, syariat berpegang pada kitabullah).

Aries beranggapan, cara seharusnya pelestarian dilakukan adalah dengan adanya pengembangan, namun tetap pada nilai yang sama.

(*)