NTB
Plan Indonesia Latih 2.900 Siswa Belajar Online di Masa Pandemi Covid-19
Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Setiap siswa berhak mendapatkan pendidikan layak, setara, dan menyenangkan di tengah pandemik Covid-19.
Termasuk saat penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online.
Di sisi lain, data UNICEF memperkirakan, 20 persen dari total 40 juta remaja perempuan di kawasan Asia Timur dan Pasifik tidak dapat mengikuti pembelajaran daring.
Hal itu disebabkan mereka tidak memiliki perangkat teknologi pendukung yang memadai. Minimnya akses internet, serta kebijakan yang mendukung.
Untuk itu, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menjalankan program pembelajaran digital yang inklusif.
Baca juga: Gempa NTT Dirasakan Warga Bima, BMKG: Tetap Tenang
Program ini disebut Bringing Girls to High Potentials through Joyful Learning (BRIGHT) di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tiga SMA dan empat SMP di Lombok Utara mendapatkan manfaat langsung dari pelaksanaan program BRIGHT.
Seperti peningkatan literasi dan keterampilan dalam menggunakan aplikasi pembelajaran digital.
Diantaranya SMAN 1 Pemenang, SMAN 1 Tanjung, SMAN 1 Gangga, SMPN 1 Pemenang, SMPN 3 Tanjung, SMPN 4 Tanjung, dan SMPN 3 Gangga.
Sedikitnya 2.934 siswa yang 50,6 persen diantaranya perempuan, bersama 214 tenaga pendidik, 11 orang anggota dinas pendidikan, dan 32 anggota komite sekolah mendapatkan pembekalan terkait cara mengoperasikan piranti digital.
Baca juga: Polres Lombok Barat Percepat Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Jelang MotoGP Mandalika
Terkait program ini, Ida Ngurah, Humanitarian & Resilience Programme Manager Plan Indonesia mengatakan, program ini diharapkan memudahkan anak, orang tua, dan tenaga pendidik mengakses pembelajaran digital.
Sehingga pembelajaran jarak jauh di masa pandemik COVID-19 terasa layak dan menyenangkan.
“Dalam kondisi apa pun, anak-anak, terutama perempuan, harus mendapat jaminan menempuh pendidikan layak dan setara. Pandemik COVID-19 tidak bisa menjadi alasan anak putus sekolah,” ujar Ngurah, seusai penutupan BRIGHT Project di Kota Mataram, Selasa (14/12/2021).
Para partisipan program mendapatkan peningkatan kapasitas literasi digital untuk mengakses berbagai piranti pembelajaran.
Dimulai dari Google Classroom, WhatsApp, hingga Zoom Meeting.
Tentu dengan menggunakan kurikulum pembelajaran digital yang telah ditetapkan oleh Kemdikbudristek RI.
Pelatihan juga dibarengi dengan booklet dan video panduan yang diharapkan dapat membantu anak dan tenaga pendidik melakukan pembelajaran digital secara mandiri.
Baca juga: Dapur Umum Polres Lombok Barat Sediakan Ratusan Porsi Makanan untuk Pengungsi Banjir Bandang
Lebih lanjut, Ngurah menuturkan, Plan Indonesia memperkaya pengetahuan anak-anak, khususnya perempuan, seputar keamanan selama menggunakan teknologi daring.
Sebanyak 105 anggota OSIS dari 7 sekolah mendapatkan pengetahuan terkait kekerasan berbasis gender online (KBGO).
Kemudian panduan perlindungan anak dan kaum muda. Juga keamanan berjejaring daring.
Selain itu, 35 guru dari 7 sekolah menjadi mentor untuk penggunaan aplikasi pembelajaran.
Sementara 70 murid partisipan kegiatan terlibat dalam monitoring program BRIGHT, dan 25 komite sekolah membuat rencana untuk mendukung pembelajaran berbasis online.
“Hanya dengan kerja sama semua pihak, kita dapat memastikan pembelajaran yang menyenangkan dan berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Lombok Timur dan Mataram, 57,67 Gram Sabu Disita
Termasuk bagi keluarga marginal yang sebelum ini tidak terlalu banyak terekspos penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Setelah berakhirnya program BRIGHT di NTB, Plan Indonesia mendorong tenaga pendidik dan dinas pendidikan menggunakan platform digital milik Kemdikbudristek dalam mencari dan berbagi sumber belajar yakni Ayo Belajar dan Berbagi.
Tujuannya, agar pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan setara bagi anak-anak dan kaum muda bias berlanjut.
Baik dengan system full online, hybrid, maupun ketika nanti tiba waktunya untuk kembali belajar sepenuhnya dari sekolah.
Berita terkini di NTB lainnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/para-siswa-di-lombok-utara-melakukan-proses-belajar.jpg)