Rabu, 6 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Partai Politik Ramai-ramai Membuka Pintu untuk Ridwan Kamil

Ia menyebut partainya membuka pintu selebar-lebarnya jika Ridwan Kamil ingin bergabung ke PPP.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/DION DB PUTRA
Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil (kanan) bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Bandara Internasional Lombok, Sabtu 20 November 2021. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengetakan, Golkar terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung selama orang tersebut memiliki kesamaan visi, dan ideologi dengan Golkar.

"Kami ini adalah partai terbuka. Kalau ada yang mau bergabung dengan visi yang sama bukan soal kepentingan ya, soal visi yang sama, membangun negara berdasarkan ideologi pancasila, kemudian bisa memahami doktrin-doktrin yang ada di partai, kami terbuka," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 2 Desember 2021.

Namun, Doli mengingatkan seseorang yang ingin bergabung dengan partai politik jangan dilandasi atas kepentingan tertentu.

Ketua Komisi II DPR RI itu juga menegaskan jangan bergabung dengan sebuah partai politik dengan harapan bakal diusung sebagai calon presiden 2024.

"Ya kan orang mau gabung parpol itu kan tentu tadi itu, harus berdasarkan dia mempunyai visi dan pandangan yang sama dengan partai itu, bukan karena kepentingan tertentu. Bahwa kemudian setelah gabung dengan partai ia ikuti proses soal rekrutmen tentang posisi-posisi politik, itu urusan lain," ujarnya.

Doli mengatakan bahwa Golkar telah memutuskan mendukung pencapresan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Hal itu sesuai hasil Munas 2019 dan Rapimnas 2021 Partai Golkar.

"Tapi saya tegaskan, kalau soal pilpres Golkar sudah punya keputusan, capres kita adalah pak Airlangga Hartarto," ujarnya.

Kenginan untuk masuk partai politik sebelumnya disampaikan Ridwan Kamil dalam acara Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 yang diselenggarakan UGM, di Sleman, Yogyakarta, Kamis 2 Desember 2021.

Ia mengatakan bakal masuk partai politik pada tahun depan. Emil juga mengaku siap jika nanti diusung dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Kalau ada partai, yang merasa butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung ya, saya bismillah. Makanya saya sudah putuskan tahun depan saya akan masuk parpol," katanya.

Emil menyebut memiliki dua pilihan pada 2024 mendatang. Pertama maju kembali dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar, kedua ikut dalam Pilpres 2024.

Ia menyadari ada tiga persyaratan yang wajib terpenuhi sebelum bisa bertarung di level nasional.

"Satu elektabilitas dan kesukaan, dua ada logistik, mahal kan, triliunan untuk jadi presiden. Saya dengar tuh Rp8 triliun, duit dari mana Rp8 triliun, aduh. Yang ketiga, adalah partai yang mengusung, karena sistem demokrasinya seperti itu," ujarnya.

Mantan wali kota Bandung itu mengklaim memiliki elektabilitas dan pengalaman memimpin sebuah daerah dalam 10 tahun terakhir. Modal ini, kata Emil, yang akan terus dirinya maksimalkan dalam beberapa tahun ke depan.

"Nah jadi kalau ternyata kalau nomer satunya (elektabilitas dan kesukaan) baik, tiba-tiba saya diberi (syarat) nomor tiga, diusung partai untuk kepemimpinan nasional, ya saya tidak akan menolak. Kira-kira begitu," ujar Emil.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved