Breaking News:

Oknum Pegawai RS Unram Buat PCR Palsu, Tipu 16 Orang Pelaku Perjalanan

Kejahatan itu terbongkar saat korban SM ingin mengurus surat jalan PCR terhadap 16 rekannya yang akan berangkat ke pulau Jawa.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Salma Fenty
Dok. Polresta Mataram
PCR PALSU: Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menunjukkan tersangka, saat konferensi pers, Senin (8/11/2021).  
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM -
Oknum pegawai Rumah Sakit (RS) Universitas Mataram berinisial NL (25), ditangkap Polresta Mataram.

Dia diduga membuat Real-Time Quantitative Polymerase Chain Reaction (RT-PCR ) palsu.

Hal itu diketahui setelah surat tersebut dicek di Bandara Internasional Lombok, dalam pemeriksaan.

Baca juga: Lima Desa Wisata Ini Bisa Dikunjungi saat Datang Nonton Superbike di Sirkuit Mandalika

Baca juga: Dua Helikopter Disiagakan saat Balap Superbike di Mandalika, Uji Coba Pendaratan Sukses

NL, diketahui merupakan  warga Ampenan Kota Mataram.

"Pelaku kami tangkap setelah korban berinisial SM, melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Mataram," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, saat konferensi pers, didampingi Wakasat Reskrim Iptu I Nyoman Diana Mahardhika, serta KBO Reskrim Ipda Fransisca Siburian, Senin (8/11/2021).

Kejahatan itu terbongkar saat korban SM ingin mengurus surat jalan PCR terhadap 16 rekannya yang akan berangkat ke pulau Jawa.

Lalu SM meminta temennya berinisial BN untuk mengurusnya.

Oleh BN menghubungi NL (tersangka) yang kebetulan bekerja di Rumah Sakit
Universitas Mataram pada bagian cetak hasil rekaman medis.

"Dari 16 orang yang dibuatkan PCR, setelah diperiksa pihak bandara, 11 orang yang surat PCR nya tidak teridentifikasi alias palsu, " ungkap Kadek.

Atas dasar itu petugas Bandara Lombok menyerahkan ke petugas kepolisian Lombok Tengah.

Setelah dilakukan penyidikan ternyata pemalsuan dokumen tersebut dibuat di wilayah hukum Polresta Mataram, tepatnya di RS Unram.

Sehingga berkas pelaporan diserahkan ke Polresta Mataram dan saat ini dalam proses melengkapi berkas perkara.

Adapun nilai kerugian yang ditanggung korban sekitar Rp 8,4 juta yang sejatinya sebagai biaya mengurus PCR terhadap 16 rekannya.

Biaya tersebut di transfer ke rekening tersangka (NL), dan oleh NL tidak menyetor ke perusahaan dalam hal ini RS Unram.

"Karena itu Korban (SM) melaporkan kejadian itu, dan berdasarkan keterangan tersangka membenarkan bahwa menerima transfer uang senilai tersebut ke rekening pribadinya," jelas Kadek.

Atas kejadian itu, oknum pegawai RS Unram tersebut telah ditahan bersama barang bukti 11 lembar surat qRT - PCR palsu.

Uang tunai sebesar Rp 8,4 juta,11 lembar surat qRT - PCR asli atas nama orang lain.

Serta satu lembar kwitansi pembayaran biaya pembuatan PCR untuk 16 orang.

"Tersangka kami sangkakan dengan pasal 263 (1) sub pasal 268 ayat (1) KUHP tentang Pemalsuan Surat Berharga dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara, " pungkas Kadek.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved